Ketika Hubungan China & Korea Utara Makin Mesra

- Penulis

Senin, 29 September 2025 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemimpin China Xi Jinping saat berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (gambar: pinterest)

Pemimpin China Xi Jinping saat berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (gambar: pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Hubungan China dan Korea Utara (Korut) makin lengket kayak bestie-an. Negeri Xi Jinping dan Negeri Kim Jong Un sepakat mau makin nempel dalam kerja sama, terutama buat ngelawan yang mereka sebut sebagai “hegemonisme”. Ehem… sindiran halus ini kayaknya ditujukan ke Amerika Serikat (AS).

Hal ini diucapkan langsung oleh Menlu China, Wang Yi, waktu ketemu Menlu Korut, Choe Son-hui, di Beijing, Minggu kemarin. “Hubungan China-DPRK itu selalu jadi prioritas strategis. Kami siap barengan buat ngadepin segala bentuk hegemonisme,” kata Wang.

AS memang jadi rival abadi China beberapa tahun terakhir. Bukan cuma soal ekonomi, tapi juga geopolitik. Bayangin aja, nilai dagang mereka di 2024 tembus US$660 miliar! Angka segede itu hampir setara 50% PDB Indonesia, bahkan 3,5 kali APBN kita.

Dari pihak Korut, kantor berita KCNA juga ngasih konfirmasi. Mereka bilang, diskusi kedua menteri itu penuh chemistry dan berujung pada “sepakat di semua isu”. Intinya, makin kompak deh.

Padahal, hubungan China–Korut sempat panas gara-gara nuklirnya Pyongyang. Tapi ujung-ujungnya, dua negara tetangga ini tetap akur.

Bahkan, bulan ini Kim Jong Un nongol bareng Xi Jinping di parade militer di Beijing buat ngerayain 80 tahun akhir Perang Dunia II.

Baca Juga :  Potret 'Indonesian Day 2024' yang Sukses Digelar Mahasiswa Indonesia di Tomsk, Rusia: Kenalkan Budaya Nusantara?

Buat Korut, China itu ibarat sumber oksigen: dukungan diplomatik, politik, sampai ekonomi, semua ada. Wajar kalau mereka saling gandengan tangan melawan AS.

Uniknya, Kim juga sempet “kode-kodean” ke Washington. Katanya, kalau AS (di bawah Donald Trump) mau berhenti maksa Pyongyang buang program nuklir, mereka siap buka obrolan lagi.

Nah, menurut intel Korsel, Korut sekarang punya uranium dengan kemurnian 90% yang jumlahnya bisa sampai 2.000 kilogram. Ngeri-ngeri sedap, ya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Senin, 22 Juni 2026 - 17:13 WIB

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB