SUARAMUDA.NET, KENDAL — Empat hari mungkin terdengar singkat. Tapi bagi warga Dusun Duren, Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, kehadiran mahasiswa UIN Walisongo Semarang justru meninggalkan cerita yang sulit dilupakan.
Melalui program DHARMAKIP (Dharma Aksi FORMAKIP), puluhan mahasiswa menjalankan aksi pengabdian masyarakat selama 9–12 Juli 2026 dengan sederet kegiatan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan warga. Mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga penguatan nilai-nilai keagamaan.
Hari pertama dibuka dengan silaturahmi bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat. Lewat program Sapa Warga, mahasiswa tak sekadar memperkenalkan diri, tetapi membangun kedekatan dengan masyarakat agar setiap program yang dijalankan benar-benar terasa manfaatnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Memasuki hari kedua, suasana semakin ramai. Tim DHARMAKIP menggelar cek kesehatan gratis, memberikan edukasi di MI NU 46 Winong, serta mengadakan kegiatan belajar bersama anak-anak. Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi dalam setiap kegiatan yang digelar.
Puncak pengabdian berlangsung pada hari ketiga. Selain menggelar aksi bersih masjid dan lingkungan sekitar posko, mahasiswa juga mengajak warga mengenal pemanfaatan limbah jagung melalui sosialisasi yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.
Tak hanya itu, anak-anak juga diajak mengikuti pelatihan kerajinan tangan untuk mengasah kreativitas dan keterampilan mereka.
Hari terakhir ditutup dengan penuh keceriaan. Warga dari berbagai usia mengikuti senam pagi, lomba-lomba, hingga pembagian doorprize yang membuat suasana semakin meriah.
Acara kemudian ditutup secara resmi dengan penyerahan kenang-kenangan kepada pemerintah desa sebagai simbol terjalinnya kolaborasi yang baik.
Ketua Pelaksana DHARMAKIP, Yumela Sukmawati, mengaku program pengabdian tersebut memberikan pengalaman yang jauh lebih berharga daripada sekadar menjalankan kewajiban akademik.
“Kami datang sebagai mahasiswa, tetapi pulang sebagai bagian dari keluarga warga Kendal. Sambutan hangat dari para sesepuh, ibu-ibu, hingga anak-anak menjadi hadiah terbesar bagi seluruh tim,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Dusun Duren, Romli Mubbarak. Ia menilai kehadiran mahasiswa DHARMAKIP membawa energi positif sekaligus memberikan motivasi baru bagi masyarakat untuk terus berkembang dan menjaga kebersamaan.
Meski hanya berlangsung selama empat hari, program DHARMAKIP membuktikan bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari lamanya waktu, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Bagi warga Dusun Duren, kehadiran mahasiswa UIN Walisongo bukan sekadar menjalankan program kampus, tetapi meninggalkan kenangan, inspirasi, dan semangat baru untuk terus bergerak bersama. (Red)













Komentar