Aduh, Sidang Eks Bupati Pati Sudewo Berujung Chaos! Pendukung Jebol Pagar Pengadilan, Mobil Tahanan Tertahan 1,5 Jam

"Putusan sela yang menolak eksepsi eks Bupati Pati Sudewo memicu kericuhan di Pengadilan Tipikor Semarang. Massa pendukung menghadang kendaraan tahanan, menjebol pagar pengadilan, hingga aparat Brimob diterjunkan untuk mengendalikan situasi."

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber gambar: detikJateng.com

Sumber gambar: detikJateng.com

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Suasana sidang dugaan korupsi yang menjerat mantan Bupati Pati, Sudewo, mendadak berubah menjadi ricuh di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (29/6) kemarin.

Putusan majelis hakim yang menolak eksepsi atau nota keberatan Sudewo memicu emosi para pendukungnya hingga berujung bentrokan dengan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kericuhan pecah sesaat setelah sidang berakhir. Ketegangan bermula ketika petugas KPK memborgol tangan Sudewo yang masih berada di ruang sidang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tindakan tersebut langsung memancing protes keras dari para pendukung yang meminta agar mantan bupati itu tidak diperlakukan dengan cara tersebut.

Situasi semakin memanas ketika Sudewo diberi kesempatan menyalami para pendukungnya di depan gerbang pengadilan.

Saat petugas KPK berusaha membawanya menuju mobil tahanan karena dinilai terlalu lama berada di luar, para pendukung langsung menghadang dan berusaha menghalangi proses pengawalan.

Baca Juga :  Siswa Miskin Bisa Sekolah Gratis di Sekolah Rakyat Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Lahan

Aksi saling tarik antara petugas dan massa pun tak terhindarkan. Mobil tahanan yang membawa Sudewo tidak bisa bergerak karena dikepung ratusan pendukung. Kondisi itu membuat kendaraan tahanan tertahan sekitar 30 menit.

Petugas kemudian mengambil langkah dengan memindahkan Sudewo ke kendaraan taktis (rantis) milik Brimob. Namun, upaya tersebut kembali mendapat perlawanan.

Sejumlah pendukung bahkan nekat menduduki mobil rantis sehingga kendaraan itu kembali tertahan selama sekitar satu setengah jam.

Tak hanya itu, massa juga melempar botol air mineral ke arah halaman pengadilan dan menjebol pagar Pengadilan Tipikor Semarang hingga berhasil memasuki area dalam.

Mereka menuding petugas KPK telah melakukan tindakan kasar terhadap Sudewo saat proses pengawalan menuju kendaraan tahanan.

Ketegangan baru mulai mereda sekitar pukul 11.36 WIB setelah personel Brimob tiba di lokasi untuk mengendalikan situasi dan mendorong mundur massa.

Baca Juga :  TPA Al Huda Ringinanom Wonosegoro Gelar Ziarah Akbar, Ribuan Doa Menggema Sepanjang Perjalanan

Kendaraan rantis yang membawa Sudewo akhirnya berhasil meninggalkan kompleks pengadilan sekitar pukul 12.00 WIB menuju rumah tahanan.

Meski demikian, massa pendukung masih bertahan di sekitar lokasi. Mereka menolak membubarkan diri dan terus mendesak petugas KPK keluar untuk meminta maaf atas perlakuan terhadap Sudewo.

Aparat kemudian kembali memasang pagar pengadilan yang sempat dijebol sebagai upaya mengamankan area.

Usai kericuhan mereda, Sudewo sempat berdiri di atas kendaraan taktis Brimob untuk menenangkan para pendukungnya yang masih bertahan di depan Pengadilan Tipikor Semarang.

Ia meminta massa menghormati proses hukum dan tidak melakukan tindakan anarkis. Sudewo juga menyampaikan bahwa persoalan dengan petugas KPK yang sempat dipersoalkan pendukungnya telah selesai setelah petugas tersebut meminta maaf kepadanya.

Setelah situasi berangsur kondusif, kendaraan yang membawanya kemudian meninggalkan kompleks pengadilan menuju rumah tahanan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB