Sinergi pada Pembangunan Inklusif, ‘Sekolah Lapang Desa’ Puhgogor Gelar Team Building dan Penggalian Gagasan

- Penulis

Minggu, 29 September 2024 - 00:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SUKOHARJO – Lakpesdam NU Kabupaten Sukoharjo sukses menyelenggarakan kegiatan “Team Building dan Penggalian Gagasan” bertempat di Aula Balai Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (28/9/2024).

Sedikitnya ada 50 peserta yang hadir dalam kegiatan yang didedikasi sebagai upaya memperkuat kolaborasi dan menciptakan ide-ide inovatif untuk pembangunan desa lewat Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) itu.

Mereka terdiri dari unsur pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh pemuda, tokoh perempuan, penyandang disabilitas, tokoh agama, PKK, serta kelompok rentan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai registrasi, Ketua PC Lakpesdam NU Sukoharjo Muhamad Zainuddin berkesempatan memberikan sambutan pada acara yang bertujuan untuk membangun kerjasama yang lebih kuat di antara elemen-elemen masyarakat desa.

Oleh karenanya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara semua elemen masyarakat desa untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan, khususnya dalam memperhatikan kebutuhan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan perempuan.

“Kegiatan ini adalah langkah awal yang penting untuk menyatukan visi dan menggali potensi ide-ide dari semua pihak. Harapannya, Desa Puhgogor bisa menjadi model pembangunan inklusif di Sukoharjo,” ungkap Zainuddin.

Baca Juga :  Mencegah dan Menanggulangi Post-Truth: LKLK Gelar Dialog Publik dan Temu Tokoh di Sukoharjo

Kepala Desa Puhgogor, Suharno, yang juga memberikan sambutan, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan pemerintah desa akan selalu terbuka dan siap bekerja sama dalam menjalankan gagasan-gagasan yang muncul dari kegiatan ini.

“Semua ide yang disampaikan dari acara ini akan kami tindaklanjuti dengan serius dalam musyawarah desa,” ujar Suharno.

Pembangunan Inklusif dan Partisipatif

Ketua Yayasan Sosial dan Pendidikan Darussalam Mojolaban, Nurul Hidayah, pada kesempatan itu menyinggung tentang inklusi dan akuntabilitas sosial. Ia menjelaskan esensi memastikan semua kelompok di desa, terutama kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan perempuan, mendapatkan akses yang adil dalam proses pembangunan desa.

Nurul juga menyoroti tantangan yang sering dihadapi desa dalam membangun infrastruktur yang ramah disabilitas dan bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan.

Tak hanya penyampaian materi, sesi ini juga diikuti dengan diskusi interaktif mengenai perencanaan pembangunan desa, di mana peserta saling berbagi pandangan tentang bagaimana membangun desa yang inklusif, dari aspek sosial hingga ekonomi.

Sementara, Koordinator Program P3PD Lakpesdam NU Sukoharjo, Raha Bistara, bertugas memandu acara. Dia mengajak para peserta berkolaborasi melalui berbagai permainan interaktif yang dirancang untuk memperkuat kerja sama tim. Tujuannya adalah membangun kesadaran akan pentingnya kerja kolektif dalam menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan bersama.

Baca Juga :  Kolaborasi Wujudkan Desa Inklusi, FGD Perumusan Perdes di Desa Kayuapak Jadi Langkah Strategis

Selanjutnya, sesi penggalian gagasan menjadi ajang bagi peserta untuk menyampaikan ide-ide segar terkait pembangunan desa yang inklusif. Beberapa gagasan menarik yang muncul termasuk pengembangan pusat pelatihan keterampilan bagi kelompok disabilitas dan perempuan, serta rencana untuk meningkatkan aksesibilitas fasilitas umum di desa agar lebih ramah bagi semua lapisan masyarakat.

Sebelum foto bersama, kegiatan post-test untuk mengevaluasi pemahaman peserta setelah mengikuti rangkaian kegiatan menandai berakhirnya acara ini. Di sisi lain, panitia bersama narasumber menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang mencakup aksi-aksi nyata yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

RTL ini antara lain meliputi penyusunan proposal pembangunan infrastruktur ramah disabilitas, pelatihan lanjutan untuk meningkatkan keterampilan ekonomi warga, serta peningkatan partisipasi kelompok rentan dalam musyawarah desa.

Adanya kegiatan ini, diharapkan pengurus Sekolah Lapang Desa Puhgogor dapat menjadi penggerak utama dalam perubahan dan pengembangan desa ke arah yang lebih baik, tidak hanya bagi kelompok mayoritas, tetapi juga bagi kelompok rentan dan termarjinalkan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat
Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Bikin Kecewa, Gak Pernah Muncul Saat Demo Mahasiswa!
Grebeg Pakujoyo Meriahkan Perayaan Tahun Baru Islam di Gayamsari
Hi, Warga Semarang! New Pasar Maling Kini Kembali Buka di Pasar Johar
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:20 WIB

Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:06 WIB

Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:09 WIB

Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:07 WIB

Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!

Berita Terbaru