Kolaborasi Wujudkan Desa Inklusi, FGD Perumusan Perdes di Desa Kayuapak Jadi Langkah Strategis

- Penulis

Jumat, 22 November 2024 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SUKOHARJO — Dalam upaya mewujudkan desa yang inklusif dan berkeadilan, Desa Kayuapak, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Perumusan Peraturan Desa (Perdes) Desa Inklusi pada Kamis, 21 November 2024.

Bertempat di Balai Desa Kayuapak, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyusun langkah konkret menuju desa inklusif, kolaboratif, dan ramah untuk semua kalangan.

Acara yang berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Drs. Surono, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kayuapak, dan Dwi Wahyuni, SH, staf Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan karang taruna, serta kelompok rentan dan disabilitas, dengan total peserta mencapai 30 orang.

Ketua PC Lakpesdam NU Kabupaten Sukoharjo, Muhamad Zainuddin, dalam sambutannya, menekankan pentingnya inklusivitas sebagai landasan pembangunan desa.

“Desa inklusi bukan hanya soal menyediakan akses, tetapi memastikan setiap warga memiliki ruang untuk berkontribusi dan menikmati hasil pembangunan. Kolaborasi yang kita bangun di sini adalah pondasi bagi masa depan desa yang berkeadilan,” ujarnya.

Baca Juga :  Mau Ke Haul Solo 2024, Simak Rangkaian Acaranya Ini Sob!

Ia juga mengapresiasi semangat masyarakat Desa Kayuapak yang aktif terlibat dalam upaya merumuskan kebijakan berbasis inklusi.

Kepala Desa Kayuapak, Wahyu Jadmiko, menyampaikan harapannya agar FGD ini dapat menghasilkan kebijakan yang aplikatif dan berdampak nyata.

“Kami percaya bahwa Perdes yang inklusif adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan masukan dari berbagai pihak, kita dapat menyusun kebijakan yang mampu menjangkau semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang selama ini sering terabaikan,” tutur Wahyu.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah desa untuk mendukung implementasi Perdes secara maksimal.

Pada sesi FGD yang dipandu Raha Bistara, narasumber pertama, Drs. Surono, memaparkan peran strategis BPD dalam proses penyusunan dan pengesahan Perdes.

Ia menjelaskan pentingnya koordinasi antara BPD, pemerintah desa, dan masyarakat untuk memastikan setiap regulasi bersifat inklusif.

“BPD adalah jembatan antara masyarakat dan pemerintah desa. Perdes ini harus mencerminkan kebutuhan nyata warga, bukan sekadar dokumen administratif,” ungkap Surono.

Sementara nrasumber kedua, Dwi Wahyuni, SH, membahas aspek hukum dalam perumusan Perdes. Ia menjelaskan tahapan teknis penyusunan Perdes, mulai dari penggalian data hingga harmonisasi regulasi.

Baca Juga :  Temui Prof Mudzakir Ali, Pengurus LPT NU Jateng Saling Sharing Info Program Untuk Pendidikan Tinggi 2024-2029

“Perdes yang baik adalah yang legalitasnya kuat, jelas dalam substansi, dan dapat diterapkan dengan efektif di lapangan,” jelas Dwi.

Setelah sesi pemaparan, peserta dibagi dalam kelompok diskusi untuk mengidentifikasi isu-isu yang harus diakomodasi dalam Perdes Desa Inklusi.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan, seperti perlunya fasilitas publik yang ramah disabilitas, program pemberdayaan untuk kelompok rentan, dan penguatan edukasi tentang inklusivitas bagi masyarakat.

Kegiatan ini menghasilkan beberapa rekomendasi strategis yang akan menjadi dasar dalam penyusunan draf Perdes.

Salah satunya adalah pembentukan tim kerja yang melibatkan perwakilan dari berbagai unsur masyarakat untuk merumuskan Perdes secara komprehensif.

FGD diakhiri dengan pernyataan komitmen dari semua peserta untuk bersama-sama mendukung implementasi Perdes Desa Inklusi di Kayuapak.

“Semoga kegiatan ini menjadi awal dari langkah besar untuk mewujudkan Desa Kayuapak sebagai desa inklusif yang menjadi teladan bagi desa-desa lain di Sukoharjo,” tutup Wahyu Jadmiko. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat
Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Bikin Kecewa, Gak Pernah Muncul Saat Demo Mahasiswa!
Grebeg Pakujoyo Meriahkan Perayaan Tahun Baru Islam di Gayamsari
Hi, Warga Semarang! New Pasar Maling Kini Kembali Buka di Pasar Johar
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:20 WIB

Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:06 WIB

Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:09 WIB

Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:07 WIB

Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB