Mencegah dan Menanggulangi Post-Truth: LKLK Gelar Dialog Publik dan Temu Tokoh di Sukoharjo

- Penulis

Sabtu, 15 Februari 2025 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SUKOHARJO — Fenomena post-truth yang semakin berkembang di era digital menjadi perhatian serius bagi banyak pihak.

Dalam rangka menanggulangi dampak negatifnya, Lembaga Kajian Lintas Kultural (LKLK) menggelar Dialog Publik dan Temu Tokoh bertajuk “Mencegah dan Menanggulangi Post-Truth – Sebuah Transformasi Paradigma Baru dalam Bersosialisasi”.

Acara ini akan berlangsung pada Jumat, 14 Februari 2025, pukul 13.00 – 17.00 WIB, bertempat di Ballroom Hotel Tosan Solobaru, Sukoharjo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini diketuai oleh Fadhel Moubharok IF, SS, dengan Sofwan Faizal Sifyan selaku Direktur LKLK sebagai keynote speaker.

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, di antaranya Ahmad Bintang Irianto (Kepala Detasemen Khusus 99 Satkornas Banser) dan Mohd. Adhe Bakti (Direktur Pusat Kajian dan Radikalisme (PAKAR) serta Pemerhati Cyber Army).

Kemudian, hadir pula Ahmad Hafidh (Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Sukoharjo) serta Ian Prasetyo (Jurnalis dan Pegiat Sosial Media).

Diskusi dimoderatori oleh Tri Rohmadi, SH, MH., yakni Founder Marhenesa Law Official. Adapun acara itu dihadiri 100 peserta dari kalangan muda pegiat media sosial se-Soloraya.

Baca Juga :  Tinjau Tanjung Emas, Gubernur Minta Kebut Revitalisasi Pelabuhan

Post-Truth dan Tantangan Era Digital

Era digital membawa kemudahan dalam mengakses dan menyebarkan informasi, tetapi juga menimbulkan fenomena post-truth, di mana fakta objektif sering kali dikalahkan oleh emosi dan kepercayaan pribadi.

Berita palsu (hoaks) dapat menyebar lebih cepat daripada informasi yang terverifikasi, terutama melalui media sosial.

Bahkan, kemajuan teknologi telah memungkinkan pembuatan video palsu (deepfake) yang sangat meyakinkan.

Dalam ranah politik, post-truth menjadi ancaman nyata.

Hoaks politik yang tersebar luas dapat mengganggu stabilitas nasional, memicu polarisasi masyarakat, dan merusak kepercayaan terhadap institusi politik.

Oleh karena itu, literasi informasi dan digital menjadi aspek penting dalam menangkal dampak negatif dari fenomena ini.

Membangun Kesadaran dan Literasi Digital

Melalui dialog ini, LKLK bertujuan untuk:
1. Meningkatkan kesadaran publik tentang bahaya post-truth dan cara menanggulanginya.

2. Membendung ujaran kebencian dan kekerasan di media sosial, yang dapat memicu konflik sosial akibat polarisasi politik.

Baca Juga :  Inovasi Wakaf Uang, Lembaga Wakaf Warrior Salurkan Gerobak Usaha untuk Pelaku UMKM

3. Menghidupkan kembali semangat toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang mulai terpecah akibat maraknya disinformasi.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi tokoh-tokoh lintas bidang untuk berbagi wawasan dan pengalaman dalam menangkal efek buruk post-truth.

Diharapkan, peserta dapat menjadi agen perubahan dalam membangun kesadaran digital di komunitas masing-masing.

Dengan adanya dialog ini, LKLK berupaya menghadirkan solusi konkret dalam menghadapi tantangan post-truth di era digital.

Masyarakat perlu memiliki keterampilan dalam memilah informasi, memahami fakta secara kritis, serta membangun diskusi yang sehat di ruang publik.

“Post-truth bukan hanya persoalan akademik, tetapi juga masalah sosial yang mempengaruhi stabilitas bangsa. Kita perlu membangun budaya literasi informasi yang kuat agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam hoaks dan propaganda digital,” ujar Sofwan Faizal Sifyan dalam pernyataannya.

Acara ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat literasi digital, meningkatkan kesadaran kritis, serta membangun ekosistem informasi yang sehat dan terpercaya di Indonesia. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan
Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga
Pemkab Pati Ajak Dunia Usaha Wujudkan Kabupaten Layak Anak: Apa Maksudnya?
Jateng Bakal Libatkan TNI-Polri Buat Tarik Pajak Desa: Bakal Serem, dong!?
Peserta Membludak! Belajar Bersama Persiapan Ujian PPAT 2026 Pengda IPPAT Kota Surakarta Berlangsung Meriah
BRT Trans Jateng Koridor Jekuti Segera Hadir? Jepara Sudah Siap, Kudus Menunggu, Pati Masih Tahap Masterplan
Pajak Kendaraan Banyak Nunggak, Bapenda Jateng Siapkan Jurus Baru Libatkan RT hingga RW
Wali Kota Agustina Antar Semarang Sabet PAPTI Award 2026, Dinobatkan Jadi Kota Terandal!
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:18 WIB

Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:08 WIB

Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:58 WIB

Pemkab Pati Ajak Dunia Usaha Wujudkan Kabupaten Layak Anak: Apa Maksudnya?

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:16 WIB

Jateng Bakal Libatkan TNI-Polri Buat Tarik Pajak Desa: Bakal Serem, dong!?

Senin, 20 Juli 2026 - 21:14 WIB

Peserta Membludak! Belajar Bersama Persiapan Ujian PPAT 2026 Pengda IPPAT Kota Surakarta Berlangsung Meriah

Berita Terbaru