Warga Jateng, Masih Ingat Jateng Valley di Hutan Penggaron? Proyek Rp2 Triliun yang Kini Terbengkalai

"Pernah Digadang Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia, Proyek Rp2 Triliun di Hutan Penggaron Kini Terbengkalai dan Menunggu Revitalisasi Pemprov Jateng."

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Kompas.com

Gambar: Kompas.com

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Masih ingat dengan Jateng Valley? Proyek wisata raksasa bernilai sekitar Rp2 triliun yang sempat digadang-gadang bakal menjadi destinasi kelas dunia di Jawa Tengah.

Lokasinya berada di kawasan Hutan Wisata Penggaron, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Namun, mimpi besar itu kini seolah berhenti di tengah jalan.

Dikutip dari Kompas.com, kondisi terbaru di lokasi cukup memprihatinkan. Akses utama menuju Jateng Valley ditutup, sementara jalan menuju sejumlah fasilitas seperti lapangan golf hingga skate park dipenuhi rumput liar dan semak belukar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak terlihat aktivitas pembangunan ataupun pekerja. Kawasan yang dulu dipromosikan memiliki skate park bertaraf internasional itu kini tampak sepi dan terbengkalai.

Padahal, Jateng Valley sejak awal dirancang sebagai kawasan wisata modern seluas sekitar 371 hektare dengan konsep Ecological Sanctuary, Sustainable Leisure, dan Futuristic Space.

Baca Juga :  Menjelang Pilkada 2024: Tempat Pencoblosan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Terungkap

Ambisinya tak main-main, yakni menjadi salah satu destinasi wisata terbesar di Asia Tenggara. Dan nilai investasinya pun fantastis, mencapai sekitar Rp2 triliun.

Proyek ini resmi dimulai melalui groundbreaking pada 15 Agustus 2020, bertepatan dengan Hari Jadi ke-70 Provinsi Jawa Tengah. Saat itu, harapan masyarakat terhadap proyek tersebut begitu besar.

Begini Janji Pemprov Jateng

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan akan melakukan evaluasi sekaligus revitalisasi kawasan Jateng Valley.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pemerintah tidak ingin aset strategis itu terus dibiarkan mangkrak tanpa arah yang jelas.

Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan adalah asesmen untuk memetakan potensi kawasan sebelum menentukan konsep pengembangan yang paling tepat.

Baca Juga :  Pengembangan Kawasan MAJT untuk Kemakmuran Umat Memerlukan Dukungan Stakeholders

“Kita lakukan asistensi dan revitalisasi terkait potensi ini, jadi berkembangnya wilayah kita lihat, dan ini dari aset kita akan berjalan ke sana untuk melakukan revitalisasi,” kata Luthfi, Rabu (1/7/2026).

Luthfi menambahkan, konsep revitalisasi nantinya akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan sektor pariwisata.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Tengah mengungkapkan pemerintah masih mengkaji penyebab terhentinya pembangunan proyek sejak 2020.

Salah satu persoalan utama yang ditemukan adalah keterlambatan realisasi investasi dari pihak investor, sehingga proyek gagal berjalan sesuai target.

Kini, Pemprov berharap hasil asesmen dapat menjadi pijakan untuk menghidupkan kembali Jateng Valley.

Harapannya, aset yang telanjur dibangun tidak lagi terbengkalai dan bisa kembali menjadi motor penggerak pariwisata serta perekonomian Jawa Tengah. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 23 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB