Jaga Suasana Kondusif dan Toleran, FKUB Sambangi Kelompok Rentan di Kota Semarang

- Penulis

Jumat, 20 Desember 2024 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus FKUB Kota Semarang saat melakukan kunjungan pada kelompok rentan di Kota Semarang/ dok. istimewa

Pengurus FKUB Kota Semarang saat melakukan kunjungan pada kelompok rentan di Kota Semarang/ dok. istimewa

SUARAMUDA, SEMARANG — Di penghujung tahun 2024 ini, FKUB Kota Semarang menyambangi kelompok-kelompok rentan yang ada di Kota Semarang. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang Drs.KH Mustam Aji, MM mengatakan ada tiga kelompok yang dikunjunginya.

“Ada tiga kelompok yang dikunjungi yaitu Jemaat Ahmadiyah, Saksi Anak Jehova dan Forum Umat Islam Semarang (FUIS), “tutur KH.Mustam Aji, saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Perijinan Rumah Ibadat di Aula Kantor Kecamatan Semarang Timur, Kamis (19/12/2024).

Kiai Mustam, sapaan Ketua FKUB Kota Semarang menuturkan, dalam satu pekan pihaknya nengunjungi tiga kelompok rentan tersebut. “Dalam seminggu ini kami menyambanginya, “tandasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menuturkan, kunjungan kepada ormas-ormas keagamaan di Kota Semarang merupakan program yang telah teragenda rutin dalam setiap tahunnya. Dan untuk tahun 2024, kunjungan FKUB difokuskan bagi ormas yang teridentifikasi sebagai kelompok rentan.

“Kegiatan mengunjungi ormas-ormas keagamaan sebenarnya telah menjadi program atau agenda rutin FKUB setiap tahun. Untuk tahun ini, khususnya, kami mengunjungi tiga ormas atau kelompok yang cenderung rentan, baik itu rentan menjadi korban diskriminasi, korban stigmatisasi maupun rentan intoleransi, “jelas tokoh yang ikut mempelopori terbentuknya FKUB ini di Kota Semarang sejak 2007.

Pengurus FKUB Kota Semarang saat melakukan kunjungan pada kelompok rentan di Kota Semarang/ dok. istimewa

Modifikasi dari Program Tampung Aspirasi

Senada dengan pernyataan tersebut, Sekretaris FKUB Kota Semarang Syarif Hidayatullah menambahkan bahwa program ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari Program Tampung Aspirasi.

Baca Juga :  Kota Semarang Keren, Juarai Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng 2024

“Program ini meskipun sama-sama menampung aspirasi namun berbeda pelaksanaannya. Kalau sebelumnya berwujud Rapat Koordinasi Ormas Keagamaan yang dihadiri oleh 30 ormas di Hotel Grasia pada Bulan Agustus kemarin, pada kali ini kami menjemput bola ke lokasi atau sekretariat atau rumah ibadat kelompok tersebut, “jelas Syarif.

Ia menambahkan, program kunjungan yang belum lama dilakukan ini setidaknya untuk menerima masukan dan saran dari kelompok-kelompok agama yang ada di wilayah Kota Semarang.

“Tujuan menjemput bola ini adalah untuk menerima masukan, curhatan, kritikan atau usulan dari kelompok tersebut secara lebih vulgar, bebas dan leluasa karena disampaikan di ‘markas” mereka sendiri, “imbuh figur yang juga berprofesi sebagai Penyuluh Agama Islam di Kemenag Kota Semarang ini.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua I yang juga tokoh Katolik Kota Semarang, Yoseph Edy Riyanto, menerangkan bahwa adanya kunjungan atau silaturahmi kepada kelompok rentan ini diharapkan dapat menumbuhkan empati dan mengurai berbagai kemungkinan terkait permasalahan serta kesalahpahaman selama ini.

Tumbuhkan Empati dan Kasih Sayang

Lebih lanjut, Yoseph Edy juga menambahkan, kegiatan ini didedikasi untuk menumbuhkan rasa kasih sayang sesama umat beragama dan merasa diperhatikan oleh pemerintah.

“Dengan kehadiran kami ini, mereka merasakan bahwa benar-benar negara hadir dan siap untuk menampung curhatan, siap mengurai dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang mungkin diendap selama ini, “ungkapnya.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Kota Semarang Raih Penghargaan REI Sebagai Pemda Pemberi Layanan Perizinan Perumahan Terbaik

Ia juga menceritakan hasil ‘curhatan’ jamaah Ahmadiyah Kota Semarang yang mengambil studi kasus di Kuningan Jawa Barat.

Pengurus FKUB Kota Semarang saat melakukan kunjungan pada kelompok rentan di Kota Semarang/ dok. istimewa

“Ketika di Masjid Nusrat Jahan yang terletak di Jl. Erlangga Raya Semarang yang merupakan rumah ibadat satu-satunya Ahmadiyah di Kota Semarang pada Jum’at (13/12/2024), kami menerima banyak curhatan terkait pelarangan mengadakan Jalsah Salanah di Desa Manislor Kabupaten Kuningan Jawa Barat beberapa waktu yang lalu sehari sebelum pelaksanaan setelah menghabiskan milyaran dalam persiapannya, “terang Yosef Edy.

“Sementara itu di Balai Kerajaan Saksi Anak Jehova di Jl. Suratmo pada Senin (16/12/2024), kami dapat keterangan sebagai bentuk konfirmasi atas sitgma negatif dari masyarakat terkait haluan kebangsaannya, “imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Yosef Edy juga menjelaskan hasil kunjungannya dari Forum Umat Islam Semarang pada Rabu (18/12/2024).

“Kemudian selanjutnya, saat kami berkunjung ke markas FUIS, yang selama ini dianggap cenderung sebagai kelompok intoleran dan kerap memprotes kegiatan Asyuro dari umat Syiah serta mengkontrol gerakan yang mengarah pada pemurtadan, kami mendapat banyak masukan dan curhatan agar situasi kondusif menjelang Natal dan Tahun Baru 2025 ini agar tetap terkendali, “tutupnya.

Pada prinsipnya kegiatan menyambangi kelompok rentan ini adalah sebagai upaya FKUB untuk tetap menjaga suasana kondusif dan menjaga toleransi, mempersempit diskriminasi, mengkonfirmasi stigmatisasi dan mengurangi kecenderungan munculnya tindak intoleransi di Kota Semarang. (Sy)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dwi Sangita: Kongres XX IPPNU Harus Jawab Tantangan Pelajar Perempuan
Ketua IPPNU Jateng: Ratusan Kader Dikerahkan untuk Matangkan Persiapan Kongres XX di Kendal
Pantura Jateng Mau Dipagari Tanggul Raksasa, Tapi Bukan Cuma Beton!
Amelia Anggraini Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketahanan Masyarakat di Era Digital
Harmoni Dakwah dan Seni Inklusif: BAZNAS RI Bersama Yayasan Kiblat Abinaya Semai Harapan Baru bagi Disabilitas dan Kaum Marjinal Sukoharjo
Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Dwi Sangita: Kongres XX IPPNU Harus Jawab Tantangan Pelajar Perempuan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Ketua IPPNU Jateng: Ratusan Kader Dikerahkan untuk Matangkan Persiapan Kongres XX di Kendal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Pantura Jateng Mau Dipagari Tanggul Raksasa, Tapi Bukan Cuma Beton!

Selasa, 29 September 2026 - 14:05 WIB

Amelia Anggraini Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketahanan Masyarakat di Era Digital

Selasa, 29 September 2026 - 09:45 WIB

Harmoni Dakwah dan Seni Inklusif: BAZNAS RI Bersama Yayasan Kiblat Abinaya Semai Harapan Baru bagi Disabilitas dan Kaum Marjinal Sukoharjo

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (The Nation)

KILAS GLOBAL

Gokil! Trump Mau Ganti Nama Samudra Atlantik Jadi Samudra Trump

Senin, 12 Okt 2026 - 15:28 WIB

Salah satu destinasi wisata di Pulau Bali. (Gambar: pinterest)

KABAR NUSANTARA

Bali Jadi Tuan Rumah New Asia Forum, Indonesia Bidik Investor Kelas Kakap

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:02 WIB