Banjir Ganas Terjang Demak! Ribuan Warga Terdampak, Tanggul Jebol—Satu Orang Hilang Misterius

Warga menyaksikan tanggul Sungai Tuntang jebol di Desa Trimulyo, Guntur, Demak, Jumat (3/4/2026), yang memicu banjir hingga 1 meter dan merendam permukiman. (Foto: Muhammad Miftahul Khoir/ NUOnline Jateng)

SUARAMUDA.NET, DEMAK — Banjir besar yang menghantam Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (3/4) pagi, bikin situasi berubah jadi darurat! Ratusan warga terpaksa angkat kaki dari rumah, sementara satu orang dilaporkan hilang tanpa jejak di tengah derasnya arus yang makin menggila.

Air bah datang bukan tanpa sebab. Hujan deras di wilayah hulu bikin debit air melonjak brutal, hingga akhirnya tanggul di Dukuh Solowere dan Dukuh Selodoko jebol! Seketika, air meluap tanpa ampun dan merendam permukiman warga.

Dampaknya? Gak main-main! Berdasarkan data cepat BPBD Demak, banjir ini menyapu empat kecamatan sekaligus dan menghantam delapan desa. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, hingga Kebonagung—semuanya kini berjibaku dengan genangan air yang belum juga surut.

Total korban terdampak mencapai 1.070 kepala keluarga atau sekitar 4.280 jiwa. Dari jumlah itu, 583 warga terpaksa mengungsi ke berbagai titik darurat. Masjid, mushola, hingga balai desa disulap jadi tempat perlindungan sementara dari ancaman banjir yang belum menunjukkan tanda-tanda reda.

Di pengungsian, kondisi juga tak sepenuhnya aman. Sejumlah warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dan harus mendapat penanganan langsung di lokasi. Tim medis pun terus siaga memberikan layanan di tengah situasi serba terbatas.

Kerusakan yang ditinggalkan banjir ini juga bikin geleng-geleng kepala. Sedikitnya 1.230 rumah rusak, dengan empat di antaranya hancur parah. Fasilitas umum ikut babak belur—10 sekolah dan 15 tempat ibadah terdampak, sementara ratusan hektare sawah tenggelam, mengancam mata pencaharian warga.

Petugas gabungan tak tinggal diam. BPBD bersama instansi terkait terus bergerak cepat—mulai dari evakuasi warga, distribusi bantuan, hingga penguatan tanggul darurat dengan karung pasir. Pencarian terhadap korban hilang juga masih terus dilakukan di tengah kondisi yang penuh risiko.

Posko darurat kini berdiri di Desa Bumiharjo, jadi pusat koordinasi penanganan bencana. Sementara itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan penetapan status tanggap darurat guna mempercepat penanganan.

Hingga saat ini, fokus evakuasi masih tertuju di Desa Trimulyo yang jadi salah satu titik paling parah terdampak. Di tengah kepungan air, harapan warga kini hanya satu: banjir segera surut dan kehidupan bisa kembali normal. (Red)

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like