SUARAMUDA.NET, SALATIGA — Sebuah mobil pick-up Mahindra Scorpio Pikup yang digadang-gadang jadi tulang punggung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mendadak “rebahan” di Jalan Lingkar Salatiga. Bukan karena lelah bekerja, tapi… mogok!
Ironisnya, ini bukan kendaraan uzur yang sudah makan asam garam jalanan. Ini mobil baru. Baru keluar dari program. Baru dikenalkan. Tapi juga baru menunjukkan satu kemampuan: berhenti tanpa aba-aba.
Publik pun langsung riuh. Netizen tak butuh waktu lama untuk memberi vonis khas +62: “Bodol!”
Yang bikin geleng-geleng, mobil ini sebelumnya dipromosikan dengan spesifikasi yang terdengar seperti superhero otomotif: mesin mHawk 140 HP, torsi 320 Nm, sistem 4WD, sampai fitur micro hybrid yang katanya hemat bahan bakar.
Di atas kertas, dia siap tempur di berbagai medan. Namun fakta di lapangan? Baru ronde pertama sudah KO.
Pertanyaan pun bermunculan, lebih cepat dari mobilnya mogok:
Program yang mestinya menopang ekonomi desa malah berpotensi jadi bahan candaan nasional. Sebab logikanya sederhana: kalau baru jalan sudah berhenti, bagaimana mau menggerakkan ekonomi?
Lebih jauh lagi, publik mulai mengendus aroma klasik yang selalu muncul tiap proyek besar: ini murni insiden teknis… atau ada cerita lain di balik pengadaan?
Yang jelas, di tengah anggaran yang tidak kecil, masyarakat tidak butuh kendaraan yang jago di brosur tapi lemah di aspal. Karena di desa, yang dibutuhkan bukan janji tenaga 140 HP — tapi kendaraan yang benar-benar jalan.
Kalau dari awal sudah mogok, mungkin yang perlu di-upgrade bukan mesinnya… tapi sistemnya, kali ya…. (Red)