Pegon Bangkit Lagi! Workshop di Desa Badean Bikin Anak Muda Mulai Kepo Warisan Leluhur

- Penulis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JEMBER — Suasana Aula Wisata Puncak Badean, Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Sabtu, 9 Mei 2026, tampak berbeda dari biasanya.

Sejumlah peserta dari berbagai kalangan tampak serius sekaligus antusias mengikuti Workshop Aksara Pegon yang digelar terbuka untuk umum.

Di tengah gempuran budaya digital dan tren media sosial, aksara Pegon yang dulu akrab di lingkungan masyarakat dan pesantren kini justru mulai asing di telinga generasi muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lewat workshop ini, aksara lawas tersebut coba “dibangunkan” kembali agar tidak hilang ditelan zaman.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Achmadana Syachrizal Muzibarroehaman Firdaus, M.Ag., penerima Program Bantuan Kebudayaan Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Workshop juga melibatkan Yayasan Kulit Pohon dan Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya yang selama ini aktif dalam isu pelestarian sejarah serta budaya lokal.

Bukan sekadar belajar huruf kuno, workshop ini dikemas santai agar peserta bisa lebih dekat dengan budaya sendiri. Mulai dari mengenal bentuk huruf, cara membaca, hingga praktik menulis aksara Pegon dilakukan dengan metode sederhana dan mudah dipahami.

Baca Juga :  Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor, Berlaku 14 Hari

Peserta pun diajak memahami bahwa Pegon bukan hanya tulisan jadul yang sulit dibaca. Dulu, aksara ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, terutama di lingkungan pesantren, untuk menulis ajaran agama, cerita rakyat, hingga pengetahuan sehari-hari.

“Belajar Pegon ternyata nggak sesulit yang dibayangkan,” ujar salah satu peserta usai mengikuti sesi praktik penulisan.

Workshop ini menjadi bagian dari program kebudayaan bertajuk “Lereng Selatan Gunung Hyang: Peradaban Kuno Desa Badean Kabupaten Jember.”

Melalui tema tersebut, masyarakat diajak melihat kembali bahwa Desa Badean menyimpan banyak jejak sejarah yang selama ini belum banyak diketahui publik.

Di beberapa titik wilayah desa, masih ditemukan berbagai peninggalan seperti batu kenong yang menyerupai alat musik tradisional, batu persegi berlubang yang diduga sebagai penyangga bangunan kuno, hingga pecahan gerabah yang menunjukkan adanya aktivitas masyarakat masa lampau.

Baca Juga :  FISIP Unwahas Sukses Gelar Senaspolhi ke-6, Begini Faktanya!

Tak hanya itu, masyarakat juga masih menyimpan naskah kuno yang dikenal sebagai naskah Sunan Bonang. Keberadaan manuskrip tersebut menjadi bukti bahwa tradisi literasi di wilayah itu sudah berkembang sejak lama.

Panitia berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali minat masyarakat terhadap aksara Pegon sekaligus membuka kesadaran bahwa warisan budaya sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Lewat workshop ini, peserta tidak hanya diajak belajar menulis huruf, tetapi juga memahami hubungan antara aksara, sejarah, dan identitas budaya. Sebab, mengenal aksara daerah juga berarti mengenal jejak perjalanan masyarakatnya sendiri.

Di tengah arus modernisasi yang semakin cepat, kegiatan seperti ini dianggap penting agar generasi muda tetap punya hubungan dengan akar budaya mereka.

Dengan cara sederhana namun membumi, Workshop Aksara Pegon di Desa Badean menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bisa dibuat menarik, santai, dan tetap relevan dengan zaman sekarang. (Red)

Penulis: Miftakhul Khoiri Hamdan Habibi

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?
Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:08 WIB

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:14 WIB

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WIB

Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB