Dekan FISIP UIN Walisongo Dorong Kampus Zero Kekerasan Seksual

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo, Prof. Dr. Muhammad Fauzi, M.Ag., menegaskan komitmennya untuk mewujudkan lingkungan kampus yang bebas dari kekerasan seksual.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas maraknya kasus kekerasan seksual yang belakangan mencuat di berbagai lembaga pendidikan, baik pesantren maupun perguruan tinggi.

Menurut Fauzi, kasus kekerasan seksual yang melibatkan oknum pengasuh pesantren, dosen, maupun mahasiswa telah menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, lembaga pendidikan seharusnya menjadi ruang aman bagi peserta didik, bukan justru melahirkan trauma dan ketakutan.

“Saya mengutuk keras segala bentuk kekerasan seksual. FISIP siap menjadi piloting fakultas yang zero kekerasan seksual, dan langkah ini bisa diperluas hingga level universitas,” ujar Fauzi, Rabu (13/5).

Ia menjelaskan, secara regulasi Indonesia sebenarnya telah memiliki landasan hukum yang kuat untuk mencegah sekaligus menangani kekerasan seksual.

Di tingkat nasional terdapat UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Sementara di lingkungan perguruan tinggi, terdapat Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

Baca Juga :  Rebung Naik Kelas! Riset Terbaru Ungkap Makanan Desa Ini Calon Superfood Dunia

Selain itu, di bawah naungan Kementerian Agama juga telah diterbitkan Peraturan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual.

Regulasi tersebut kemudian diperkuat melalui Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 1142 Tahun 2024 sebagai perubahan atas Keputusan Dirjen Pendis Nomor 5494 Tahun 2019 terkait penanganan kekerasan seksual di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

Fauzi menilai, maraknya kasus kekerasan seksual di pesantren maupun kampus memiliki korelasi yang sama, yakni relasi kuasa yang timpang.

Dalam banyak kasus, pelaku berada pada posisi yang memiliki otoritas, pengaruh, atau kekuasaan terhadap korban, sehingga korban kerap merasa takut melapor.

Di lingkungan pesantren, pelaku seringkali berlindung di balik kharisma dan posisi sebagai tokoh agama. Sementara di perguruan tinggi, kasus serupa dapat terjadi akibat relasi kuasa antara dosen dan mahasiswa, senior dan junior, ataupun antarorganisasi kampus.

Baca Juga :  Putra Mahkota Solo Resmi Naik Takhta: PB XIV Siap Bawa Napas Baru Keraton Surakarta!

“Kekerasan seksual sering tumbuh di ruang yang minim pengawasan, budaya diam, dan relasi kuasa yang tidak sehat. Karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun sistem perlindungan yang berpihak pada korban, mulai dari edukasi, kanal pelaporan yang aman, hingga pemberian sanksi tegas terhadap pelaku.

Menurut Fauzi, apabila pelaku tidak diberikan hukuman yang setimpal, maka hal tersebut dapat menjadi preseden buruk dan berpotensi melahirkan kasus-kasus serupa di kemudian hari.

“Kalau ada kejadian lalu pelaku tidak diberi sanksi tegas, itu akan menjadi contoh buruk bagi lingkungan kampus maupun pesantren. Karena itu, tindakan tegas harus dilakukan sesuai regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa FISIP UIN Walisongo siap menjadi fakultas percontohan dalam membangun ruang akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?
Laili Abidah Jadikan Aspirasi Muslimat NU sebagai Dasar Perjuangkan Program Perempuan
MK Larang Dana Pendidikan Dipakai buat MBG, Tapi Berlaku Penuh Mulai 2028
Mahasiswa KKN Unika Santu Paulus Ruteng Berikan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMP Negeri 2 Borong
Lagi dan Lagi! Bupati Pemalang Tertangkap OTT KPK
Desa Hilimbowo Punya Sekolah Lansia, Hari Tua Kini Makin Seru dan Produktif
Gerak Jalan MTs Muhammadiyah 20 Menongo Makin Solid Jelang HUT RI ke-81
Soliditas Pramuka Tasikmalaya Warnai Parade Batik Sukapura, Dukung Hari Jadi ke-394
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:38 WIB

Laili Abidah Jadikan Aspirasi Muslimat NU sebagai Dasar Perjuangkan Program Perempuan

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:53 WIB

MK Larang Dana Pendidikan Dipakai buat MBG, Tapi Berlaku Penuh Mulai 2028

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:43 WIB

Mahasiswa KKN Unika Santu Paulus Ruteng Berikan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMP Negeri 2 Borong

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:30 WIB

Lagi dan Lagi! Bupati Pemalang Tertangkap OTT KPK

Berita Terbaru

Gambar: Kompas.com

KABAR NUSANTARA

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:05 WIB

RAGAM

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:58 WIB