Mengenal ‘Panda Bond’, Strategi Jitu Purbaya Buat Tekan Ketergantungan pada Dolar

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Dunia investasi global terus bergerak cepat, dan salah satu instrumen yang belakangan makin mencuri perhatian adalah Panda Bond.

Meski namanya terdengar lucu dan identik dengan hewan khas China, Panda Bond sebenarnya merupakan salah satu “jalur cuan” penting di pasar keuangan internasional.

Secara sederhana, Panda Bond adalah obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan oleh perusahaan, pemerintah, atau lembaga asing di pasar domestik China.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan kata lain, pihak luar negeri bisa mencari pendanaan langsung dari investor China menggunakan mata uang yuan atau renminbi (RMB).

Instrumen ini dianggap menarik karena mampu mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar. Jadi, perusahaan asing yang memiliki aktivitas bisnis di China tidak perlu terlalu pusing menghadapi naik-turunnya kurs mata uang asing.

Baca Juga :  Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Tak hanya itu, Panda Bond juga membuka jalan lebih praktis bagi perusahaan internasional untuk menggalang dana di China tanpa ribet mengurus proses pemindahan dana ke luar negeri.

Panda Bond pertama kali diperkenalkan pada 2005 oleh Bank Pembangunan Asia dan International Finance Corporation (IFC). Sejak saat itu, popularitasnya terus meningkat seiring besarnya kekuatan ekonomi China di pasar global.

Awalnya, investor Panda Bond mayoritas berasal dari dalam negeri China. Namun kini pasar tersebut makin terbuka bagi investor internasional.

Baca Juga :  Khutbah Jum'at: Menyambut Bulan Rajab

Hal itu didorong oleh berbagai kebijakan dan skema seperti Bond Connect, Qualified Foreign Institutional Investor (QFII), hingga Interbank Market Scheme yang mempermudah akses investor asing.

Saat ini, China sendiri memiliki pasar obligasi terbesar kedua di dunia. Nilainya bahkan sudah melampaui 120 triliun RMB atau lebih dari 19 triliun dolar AS sejak Agustus 2021.

Besarnya pasar tersebut membuat Panda Bond dipandang sebagai salah satu instrumen strategis dalam memperkuat koneksi keuangan global sekaligus memperluas pengaruh yuan di pasar internasional. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045
Prof. Philip K. Widjaja Bawa Pesan Aksi Nyata, Bambang Patijaya Dorong Kepemimpinan Berdampak
GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna
Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan
Kamu Wajib Tahu! Prabowo Bikin Kampus Baru, Namanya Universitas Republik Indonesia
Pemkab Aceh Selatan Percepat Usulan WPR, Sembilan Lokasi Disiapkan untuk Tambang Rakyat Legal
Jagatara Indonesia Siap Kawal Mas Dar Pimpin BGN, Soroti Tantangan Program MBG
Sudaryono Dilantik Jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Langsung Ucap Sumpah di Hadapan Prabowo
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:07 WIB

Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:22 WIB

Prof. Philip K. Widjaja Bawa Pesan Aksi Nyata, Bambang Patijaya Dorong Kepemimpinan Berdampak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:28 WIB

Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:04 WIB

Kamu Wajib Tahu! Prabowo Bikin Kampus Baru, Namanya Universitas Republik Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 00:13 WIB

Pemkab Aceh Selatan Percepat Usulan WPR, Sembilan Lokasi Disiapkan untuk Tambang Rakyat Legal

Berita Terbaru