SUARAMUDA, SEMARANG – Transformasi digital yang tak terelakkan mendorong semakin luasnya peluang media dalam menyajikan konten-konten menarik. Fenomena itu juga ditandai pertumbuhan media-media online berbasis website, dengan dukungan ragam artikel yang memikat hati para pembaca.
Tapi sayangnya, tak sedikit penyedia media online yang menempatkan SDM tak berkualitas. Alih-alih konten artikel yang berkualitas, informasi hoaks justru disajikan hanya demi mengejar rating medianya. Imbasnya, masyarakat acapkali “mengonsumsi” disinformasi.
Sejalan dengan visi menyiarkan dan menyuguhkan konten berkualitas kepada para pembaca, AR Learning Center menyelenggarakan Diklat Kursus Certified Indonesian Journal (CIJ) yang diadakan secara zoom online, pada Sabtu 28 Desember 2024.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir secara online, narasumber sekaligus trainer pelatihan dari AR Learning Center, Aditiyas Rahadi. Dalam materinya, sosok yang akrab dipanggil Adit menyampaikan pentingnya menjadi jurnalis yang baik.

“Berita atau informasi yang disampaikan harus aktual dan sesuai fakta tanpa memihak siapapun. Dan tentunya harus aktual. Pernyataan ini sebagai betul dukungan dalam melahirkan para jurnalis yang kredibel dan aktual dalam penyampaian informasi, “ujarnya.
Secara profesional, Adit menyampaikan materinya dengan secara sistemaris dan terstruktur. Ia pun membuka ruang diskusi dan tanya jawab, hingga sharing pengalamannya saat dirinya menjadi jurnalis.
Adit juga mendorong para jurnalis pemula untuk menaikkan point plus dengan mengikuti berbagai pelatihan, termasuk diklat yang diselenggarakan AR Learning Center.
Untuk diketahui, AR Learning Center adalah lembaga yang melakukan sertifikasi melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat) dan terbuka untuk umum. Bagi para peserta akan diberikan sertifikat, yang tentunya penting untuk mendukung profesi jurnalistik dalam menjalankan tugasnya.
Pada periode Desember 2024, pendidikan dan pelatihan yang digelar lebih didominasi peserta dari kalangan laki-laki. Para peserta berharap, agar perempuan dapat berpartisipasi dalam dunia jurnalistik.
Harapannya ke depan, semoga AR Learning dapat kembali melahirkan jurnalis baru yang tak selalu memiliki latarbelakang jurnalis. Dengan mengikuti pelatihan, semua orang dapat mengikuti pelatihan jurnalistik sekaligus mengembangkan potensi di bidang kepenulisan.
Penulis: Annisa Diana Putri, pegiat perempuan, Komunitas Puan Menulis













Komentar