Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar

"Single "Too Late to Hold On" lahir dari pengalaman pahit yang mengubah luka menjadi karya"

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Penyanyi muda asal Malang, Lysa Belmar, kembali memperkenalkan karya terbarunya melalui single berjudul Too Late to Hold On. Lagu ini menjadi salah satu karya paling personal yang pernah ia tulis karena lahir dari momen yang tidak mudah dalam hidupnya.

Pemilik nama lengkap Vasilysa Stefanovna Wibowo itu mengaku lagu tersebut tercipta saat dirinya sedang mengikuti ajang Indonesian Idol XIII di Jakarta.

Di tengah perjuangannya dalam kompetisi tersebut, Lysa harus menerima kenyataan tereliminasi di babak kedua atau Eliminasi 1.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alih-alih larut dalam kesedihan, pengalaman tersebut justru menjadi titik lahirnya sebuah karya baru. Saat berada di rumah keluarganya, Lysa menumpahkan seluruh perasaannya ke dalam sebuah lagu yang kemudian diberi judul Too Late to Hold On.

“Lagu ini saya tulis saat berada di salah satu momen paling sulit dalam hidup saya. Setelah dinyatakan tidak lolos, saya menghabiskan waktu di kamar dan mulai menulis tentang perasaan kehilangan dan penyesalan yang saat itu saya rasakan,” ungkapnya.

Musik memang sudah menjadi bagian dari hidup Lysa sejak kecil. Penyanyi asal Kota Malang itu mulai bernyanyi pada usia empat tahun.

Perjalanannya di dunia tarik suara diwarnai dengan keikutsertaannya dalam berbagai ajang pencarian bakat nasional, mulai dari The Voice Kids Indonesia Season 4, Indonesian Idol Junior 2018, hingga Indonesian Idol XIII.

Baca Juga :  Mantab! Karoseri Laksana Semarang Ekspor Bus Buatannya ke Sri Lanka

Meski telah lama berkecimpung di dunia musik, Lysa baru resmi memulai debut sebagai solois pada 2025 melalui single I’m the Problem.

Menariknya, lagu tersebut ia tulis dan komposisikan sendiri, menunjukkan kemampuannya tidak hanya sebagai penyanyi, tetapi juga penulis lagu.

Kecintaannya terhadap dunia musik tumbuh dari kebiasaan mendengarkan lagu-lagu pop Barat era 2010-an. Nama-nama seperti Taylor Swift, Avril Lavigne, hingga Calum Scott menjadi inspirasi yang membuatnya mulai menulis lagu sejak usia 12 tahun.

Selain para musisi idolanya, dukungan keluarga juga menjadi pengaruh besar dalam perjalanan kariernya.

Sang ayah merupakan sosok yang pertama kali mendorongnya untuk bernyanyi, sementara kakaknya yang lebih dulu mengikuti The Voice Kids Indonesia pada 2016 semakin memotivasinya untuk mengejar mimpi di dunia musik.

Melalui Too Late to Hold On, Lysa mengangkat tema kehilangan yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Lagu tersebut bercerita tentang seseorang yang dihantui rasa hampa dan penyesalan setelah kehilangan orang yang dicintainya.

Tak hanya soal perpisahan dalam hubungan, lagu ini juga menggambarkan perasaan seseorang yang menyesali berbagai kesalahan yang pernah dilakukan sebelum orang yang disayanginya pergi untuk selamanya.

Nuansa ballad yang menjadi ciri khas Lysa terasa kuat dalam lagu ini. Ia mengaku banyak terinspirasi oleh karya-karya Calum Scott, salah satu penyanyi favoritnya yang dikenal lewat lagu-lagu emosional dan menyentuh.

Baca Juga :  Shumo AG Rilis Cover Lagu Joji — Glimpse Of Us, Bakat Muda yang Tak Terbendung

Single Too Late to Hold On resmi dirilis pada 16 April 2026 bersamaan dengan video musik yang diproduksi bersama tim kreatif di Kota Malang. Sejak perilisannya, lagu tersebut mendapat respons positif dari para pendengar.

Lysa menyebut promosi yang dilakukan melalui media sosial berhasil membawa lagu tersebut meraih lebih dari 10 ribu stream hanya dalam waktu satu bulan setelah dirilis.

Bagi Lysa, bermusik bukan sekadar mengejar popularitas. Ia berharap karya-karyanya dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya generasi muda yang memiliki mimpi serupa di dunia musik.

“Tujuan saya berkarier di musik adalah untuk kemuliaan Tuhan dan semoga bisa menginspirasi generasi musisi berikutnya, seperti para penyanyi yang dulu menginspirasi saya saat masih kecil,” ujarnya.

Ke depan, Lysa berencana terus menulis lagu dan merilis karya-karya baru. Ia berharap suatu hari dapat merilis album penuh yang seluruh materinya ditulis sendiri, sekaligus membuka peluang untuk bekerja sama dengan label rekaman yang sejalan dengan visi bermusiknya.

Setelah Too Late to Hold On, Lysa mengaku sudah menyiapkan single berikutnya. Seperti karya-karya sebelumnya, lagu tersebut kembali akan menampilkan sisi dirinya sebagai seorang penyanyi sekaligus penulis lagu yang gemar mengubah pengalaman hidup menjadi karya yang dekat dengan para pendengar. (Red)

 

Editor : DT Atmaja

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?
Bloger dan Jurnalis Indonesia Rasakan Langsung 8 Hari Jadi Mahasiswa di Rusia
Kampung Wisata Jangan Jadi Proyek Pariwisata Elitis, Warga Jogja Harus Menjadi Pemilik Utama
Lestarikan Tradisi Lisan, Ketua Manassa dan Peneliti BRIN Tinjau Ruwat Pandawa di Songgon Banyuwangi
Batas Senja Gandeng Musisi Australia SHUMO AG di Single “Iron Veins”: Lagu Tentang Luka yang Dipendam dan Keinginan untuk Kembali Merasa Hidup
Rafty Raf Rilis Single Perdana ‘Masih Milik Dia’, Angkat Kisah Cinta Halusinasi
Langit Cerah Band Rilis Single ‘Ayah’, Angkat Kisah Nyata Penuh Haru
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:05 WIB

Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:24 WIB

Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:12 WIB

Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:46 WIB

Bloger dan Jurnalis Indonesia Rasakan Langsung 8 Hari Jadi Mahasiswa di Rusia

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:07 WIB

Kampung Wisata Jangan Jadi Proyek Pariwisata Elitis, Warga Jogja Harus Menjadi Pemilik Utama

Berita Terbaru

Ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis di sekolah dasar (foto: tempo.co)

KABAR NUSANTARA

Di Semarang: MBG Dihentikan Para Siswa Kegirangan!?

Sabtu, 13 Jun 2026 - 08:04 WIB

Ilustrasi: Pinterest

OPINI

Menakar Siasat Hukum Internasional dalam Konflik Papua

Jumat, 12 Jun 2026 - 23:40 WIB