SUARAMUDA.NET, PASURUAN — Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan program Bina Desa di Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, pada 21 Mei 2026.
Program pengabdian masyarakat tersebut berfokus pada pengembangan potensi lokal desa melalui inovasi pengolahan susu menjadi susu bubuk bernilai ekonomi.
Program ini dipilih karena Desa Kalipucang memiliki potensi peternakan sapi perah yang cukup besar sehingga hasil susu segar dapat diolah menjadi produk yang memiliki daya tahan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Kalipucang dan dihadiri oleh Sekretaris Desa Kalipucang Doddy Dwi Susanto, perangkat desa, ibu-ibu PKK, Pelaku UMKM serta mahasiswa peserta Bina Desa.
Kehadiran ibu-ibu PKK menjadi bagian penting dalam program tersebut karena mereka diharapkan dapat berperan aktif dalam proses produksi hingga pengembangan usaha susu bubuk di lingkungan masyarakat.
Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan harapan agar mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membantu meningkatkan perekonomian warga melalui pengolahan hasil peternakan lokal.

Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan inovasi pengolahan susu segar menjadi susu bubuk, tetapi juga mendemonstrasikan langsung proses pembuatannya kepada warga.
Mulai dari penyaringan bahan baku, pasteurisasi, pengeringan, hingga pengemasan, seluruh tahapan diperagakan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses produksi.
Produk ini dinilai berpotensi menjadi produk unggulan Desa Kalipucang karena lebih praktis, tahan lama, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan susu segar.
Selain membantu meningkatkan nilai jual hasil peternakan, pembuatan susu bubuk juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Kalipucang.
Mahasiswa turut memberikan edukasi kepada masyarakat dan ibu-ibu PKK mengenai proses produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas baik dan mampu bersaing di pasaran.
Dengan adanya pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan dapat melanjutkan inovasi ini secara mandiri setelah program Bina Desa selesai dilaksanakan.

Program pengolahan susu menjadi susu bubuk ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola hasil peternakan, tetapi juga mendorong terciptanya produk lokal yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Inovasi tersebut diharapkan mampu menjadi peluang usaha berkelanjutan bagi warga sekaligus memperkuat potensi desa melalui pengembangan produk pangan berbasis sumber daya lokal.
Selama program berlangsung, mahasiswa akan terjun langsung mendampingi masyarakat dalam proses produksi dan pengembangan inovasi tersebut.
Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat desa, sekaligus mendorong terciptanya solusi kreatif berbasis potensi lokal yang dapat terus berkembang di masa mendatang.
Program ini juga menjadi wujud kontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan nilai tambah produk susu, serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan hasil peternakan secara lebih optimal dan berkelanjutan. (Red)
Penulis : Raka Selaksa Charisma Muchammad, S.T., M.T., Falya Riswanti Awalia, R.Rama Satria Novartha, Afidah Vanmugi Isnayanti, Muhammad Fauzan Satyasyauqi dan Anggi Durrotul Fauziyah













Komentar