Tiga Dosen Baru FISIP UIN Walisongo “Naik Kelas”, Ikuti PKDP 2026 untuk Asah Kompetensi

"Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2026 menjadi ajang bagi dosen muda FISIP UIN Walisongo untuk memperkuat kapasitas akademik, memperluas jejaring, dan meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi"

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Tiga dosen baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang mengikuti program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 sebagai langkah awal memperkuat kapasitas akademik dan profesional mereka di dunia pendidikan tinggi.

Kegiatan yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo Semarang pada 10–11 Juni 2026 di Hotel Quest Semarang itu diikuti dosen-dosen pemula dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Walisongo.

Tiga dosen FISIP yang ambil bagian dalam program tersebut adalah M. Azinudin Ikram, M.Phil. dan Binti Masruroh, M.Sos. dari Program Studi Sosiologi, serta M. A. Najich Alfayn, M.Sos. dari Program Studi Ilmu Politik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan sekadar pelatihan biasa, PKDP menjadi “kelas percepatan” bagi para dosen muda untuk memahami berbagai aspek penting profesi dosen.

Mulai dari strategi pembelajaran yang efektif, penguatan kompetensi pedagogik, etika akademik, hingga pengembangan karier melalui penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga :  Gandeng 3 Lembaga Jurnal, FISIP UIN Walisongo Kupas Tuntas Demokrasi dan Transformasi Sosial Lewat Gelaran Icon-Demost

Program yang berada di bawah naungan Kementerian Agama RI ini juga dirancang untuk membentuk dosen yang adaptif terhadap perubahan zaman, mampu berinovasi, serta siap menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital.

Melalui PKDP, para peserta mendapatkan bekal mengenai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sistem penjaminan mutu, budaya akademik, hingga pentingnya membangun jejaring kolaborasi dengan sesama akademisi dari berbagai disiplin ilmu.

FISIP UIN Walisongo memandang keikutsertaan dosen-dosen muda dalam program ini sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat reputasi akademik fakultas.

Harapannya, para dosen tidak hanya berkembang secara individu, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat luas.

Salah satu peserta, M. Azinudin Ikram, M.Phil., mengaku memperoleh banyak wawasan baru tentang dunia akademik dan profesi dosen.

Baca Juga :  Satu Dekade, FISIP UIN Walisongo Siap Terima Calon Mahasiswa Baru dalam Rangka Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Penelitian di Indonesia

Menurutnya, PKDP memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai tugas dan tanggung jawab dosen, termasuk peluang pengembangan karier melalui riset, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Hal senada disampaikan Binti Masruroh, M.Sos. Ia menilai PKDP menjadi ruang belajar yang efektif untuk memahami berbagai regulasi, standar mutu, dan budaya akademik yang berlaku di perguruan tinggi.

Sementara itu, M. A. Najich Alfayn, M.Sos. menyebut kegiatan tersebut membuka kesempatan untuk memperluas jaringan sekaligus bertukar pengalaman dengan dosen-dosen dari beragam latar belakang keilmuan.

Dengan bekal yang diperoleh dari PKDP 2026, tiga dosen baru FISIP UIN Walisongo diharapkan semakin siap menghadirkan pembelajaran yang inovatif, menghasilkan penelitian yang relevan, serta menjalankan pengabdian kepada masyarakat yang memberi dampak nyata. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 22 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB