Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Aksi walk out terjadi saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hendak menyampaikan pidato dalam Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York

- Penulis

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: detik.com

Foto: detik.com

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Pemandangan tak biasa terjadi di ruang sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York. Saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hendak menyampaikan pidato, sejumlah delegasi negara memilih berdiri dan meninggalkan ruangan. Delegasi Indonesia termasuk di dalamnya.

Dalam rekaman yang dirilis Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York dan diterima pada Jumat (25/9/2026), terlihat para diplomat Indonesia meninggalkan kursi mereka ketika Netanyahu bersiap menuju podium.

Tak lama kemudian, bangku delegasi Indonesia pun terlihat kosong. Bukan hanya Indonesia, sejumlah delegasi negara lain juga melakukan aksi serupa. Bahkan, banyaknya diplomat yang keluar membuat suasana di dalam ruang sidang sempat riuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kursi Kosong, Pesan Politik Tetap Terlihat

Aksi walk out tersebut berlangsung ketika Netanyahu akan menyampaikan pidatonya dalam Sidang ke-81 Majelis Umum PBB.

Respons Netanyahu juga tak kalah mencolok. Ia menyindir para delegasi yang meninggalkan ruangan dan mempersilakan mereka untuk keluar.

Baca Juga :  Nestapa Nasib Kapal Tanker RI di Selat Hormuz Iran Buka Suara!

“Jika masih ada pengecut moral lainnya yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan pergi,” ujar Netanyahu seperti dikutip dari laporan detikcom dan ANTARA.

Di sisi lain, tim Netanyahu yang tetap berada di dalam ruangan justru berdiri dan memberikan tepuk tangan.

Momen tersebut membuat pidato Netanyahu berlangsung di tengah pemandangan deretan kursi delegasi yang kosong.

Netanyahu Serang Sejumlah Pengkritiknya

Dalam pidatonya, Netanyahu tak hanya berbicara mengenai Israel dan konflik di kawasan. Ia juga melontarkan kritik kepada sejumlah pihak yang selama ini terbuka menentang kebijakan pemerintah Israel.

Salah satu yang menjadi sasaran adalah Zohran Mamdani, Wali Kota New York. Netanyahu menuduh Mamdani sebagai sosok antisemit dan menyebut banyak warga Yahudi merasa tidak aman sejak Mamdani terpilih sebagai wali kota.

Netanyahu juga mengkritik Inggris dan Prancis yang belakangan semakin terbuka menyuarakan kritik terhadap kebijakan Israel. Iran pun menjadi sasaran serangan verbal Netanyahu dalam pidatonya.

Baca Juga :  Buntut Kebijakan Anti Imigran, Pengamat: Inggris Berhutang Banyak pada Migran India

Bahkan, Netanyahu membawa sebuah pager ke atas podium. Perangkat tersebut dikaitkan dengan serangkaian ledakan alat komunikasi yang digunakan anggota Hizbullah di Lebanon pada 2024.

Indonesia Pilih Keluar

Bagi Indonesia, keputusan meninggalkan ruang sidang ketika Netanyahu akan berpidato menjadi bagian dari sikap diplomatik yang terlihat secara langsung di forum internasional.

Aksi tersebut juga terjadi di tengah meningkatnya perhatian dan kritik internasional terhadap situasi di Gaza dan Tepi Barat.

Dengan puluhan delegasi memilih keluar, suasana di ruang sidang PBB pun berubah. Kali ini, bukan hanya pidato yang menjadi sorotan, tetapi juga kursi-kursi kosong yang ditinggalkan para diplomat.

Sebuah pesan diplomatik yang disampaikan tanpa perlu banyak kata: mereka memilih berdiri, lalu berjalan keluar. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB