Pembuat Kartun Nabi Muhammad Akhirnya Ditahan Otoritas Turki, Cek Selengkapnya!

- Penulis

Selasa, 1 Juli 2025 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG – Tiga jurnalis, termasuk kartunis, yang menggambar satire Nabi Muhammad dan Nabi Musa akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Turki pada Senin (30/6/2025) kemarin.

Gambar satire itu menampilkan Nabi Muhammad dan Nabi Musa berjabatan tangan dengan latar rudal terbang di bawah dalam sebuah adegan yang menyerupai perang.

Kartun yang terbit di majalah Leman edisi 26 Juni 2025 tersebut akhirnya menuai kecaman keras dari pejabat pemerintah dan warga Turki.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kantor jaksa agung umum telah melakukan penyelidikan atas penerbitan kartun di majalah Leman edisi 26 Juni 2025 yang secara terbuka meremehkan nilai-nilai agama, dan surat perintah penangkapan telah dikeluarkan bagi mereka yang terlibat,” kata Kantor Kejaksaan seperti diberitakan AFP.

Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya membagikan sebuah video di X yang memperlihatkan petugas polisi menahan kartunis Dogan Pehlevan dan menyeretnya menaiki tangga sebuah gedung dengan tangan diborgol di belakang punggungnya.

Baca Juga :  Affan Jadi Simbol, Artis Korea & Thailand Angkat Suara soal Tragedi Demo Indonesia

“Saya sekali lagi mengutuk mereka yang mencoba menabur perselisihan dengan menggambar karikatur Nabi Muhammad kita,” tulis Yerlikaya.

“Orang yang menggambar gambar keji ini, D.P., telah ditangkap dan ditahan. Orang-orang yang tidak tahu malu ini akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum.”

Yerlikaya kemudian mengunggah dua video lainnya, yang memperlihatkan dua pria lainnya dibaringkan di tanah dan dibawa paksa dari rumah mereka, sementara polisi menyeret mereka ke dalam mobil van – salah satunya berjalan tanpa alas kaki.

Menteri Kehakiman Yilmaz Tunc mengatakan penyelidikan telah diluncurkan berdasarkan Pasal 216 KUHP Turki, yang mengkriminalisasi hasutan untuk kebencian dan permusuhan, dan bahwa perintah penahanan telah dikeluarkan untuk total enam orang.

Majalah Leman Minta Maaf

Lewat pernyataannya, majalah Leman meminta maaf kepada para pembaca yang merasa tersinggung dan mengatakan kartun tersebut telah disalahpahami.

Dikatakan bahwa Pehlevan telah berusaha menyoroti “penderitaan seorang pria Muslim yang terbunuh dalam serangan Israel”, dan bahwa tidak ada niat untuk menghina Islam atau nabinya.

Baca Juga :  Ambisi Inggris di Arktika: Tantangan dari Skotlandia dan Risiko bagi Skandinavia

“Nama Muhammad termasuk yang paling banyak digunakan di dunia oleh umat Islam untuk menghormati Nabi. Kartun tersebut tidak menggambarkan Nabi dan tidak dibuat untuk mengejek nilai-nilai agama,” kata majalah tersebut, yang menyebut beberapa penafsiran “sengaja jahat.”

Sementara, Majalah Leman mendesak otoritas kehakiman untuk bertindak melawan apa yang mereka sebut sebagai kampanye kotor, dan meminta pasukan keamanan tetap melindungi kebebasan berekspresi.

Penangkapan dilakukan setelah rekaman video di media sosial menunjukkan sekelompok pengunjuk rasa berbaris menuju gedung kantor Leman di pusat kota Istanbul, meneriakkan slogan-slogan dan menendang pintu masuknya.

Untuk diketahui, peringkat Turki untuk kebebasan berekspresi secara konsisten memang tergolong rendah, yang mencerminkan pembatasan signifikan pada media dan wacana publik.

Bahkan, Reporters Without Borders menempatkan Turki pada peringkat ke-158 dari 180 negara dalam Indeks Kebebasan Pers 2024.

(CNN Indonesia)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB