GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Dari Sankt Peterburg, GEKRAFS ingin menjadikan kreativitas, budaya, dan diaspora sebagai jembatan baru kerja sama Indonesia–Rusia

- Penulis

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, ST. PETERBURG — Diplomasi Indonesia di Rusia tak cuma soal politik dan hubungan antarnegara. Dunia kreatif ikut mengambil panggung.

Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) resmi membuka babak baru diplomasi ekonomi kreatif Indonesia di Rusia melalui pelantikan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) GEKRAFS Federasi Rusia periode 2026–2029.

Pelantikan yang berlangsung di Sankt Peterburg itu menjadi momentum untuk memperluas jejaring pelaku ekonomi kreatif Indonesia sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan ekosistem kreatif Rusia. Andre Septiyanto dipercaya memimpin DPLN GEKRAFS Federasi Rusia untuk periode tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara ini dihadiri Ketua DPP GEKRAFS Kavendra Lukistian, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow Hartyo Harkomoyo, perwakilan Pemerintah Kota Sankt Peterburg Dmitry Krutoy, Wakil Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Sankt Peterburg Valery Kalugin, serta Darya Savelyeva dari Bank Sankt Peterburg.

Lebih dari 70 tamu turut hadir. Mereka berasal dari berbagai sektor industri kreatif Rusia, mulai dari media, musik, seni, gim, kuliner, fashion, agensi wisata, hingga komunitas pencak silat di Sankt Peterburg.

Kreativitas Jadi Bahasa Bersama

Ketua DPP GEKRAFS Kavendra Lukistian mengatakan, kehadiran GEKRAFS di Rusia menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kreatif kedua negara. Ia mengutip pepatah Rusia, “Satu kepala baik, dua kepala lebih baik.”

Menurut Kavendra, prinsip tersebut menggambarkan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif Indonesia dan Rusia.

“Ini adalah prinsip kolaborasi gerakan ekonomi kreatif Indonesia dan Rusia,” ujar Kavendra.

Sementara itu, Hartyo Harkomoyo dari KBRI Moskow menilai peluang kerja sama Indonesia dan Rusia cukup terbuka.

Baca Juga :  Cowok Ganteng ini Adalah Pangeran Hisahito dari Kekaisaran Jepang! Hayo, Siapa Mau PDKT?

Ia menyinggung perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia yang ditandatangani di Sankt Peterburg pada tahun sebelumnya sebagai salah satu konteks yang dapat membuka peluang ekonomi baru.

Bagi GEKRAFS, perkembangan hubungan ekonomi tersebut dapat menjadi ruang untuk membawa produk, talenta, budaya, dan kreativitas Indonesia masuk lebih jauh ke pasar Rusia.

Dari Diaspora untuk Indonesia

Perwakilan Pemerintah Kota Sankt Peterburg, Dmitry Krutoy, menyambut baik penyelenggaraan pelantikan tersebut.

Menurutnya, terdapat berbagai peluang proyek kerja sama yang dapat dikembangkan antara Rusia dan Indonesia, seiring meningkatnya ketertarikan dunia usaha Rusia terhadap Indonesia.

Pesan serupa datang dari Andre Septiyanto. Ketua DPLN GEKRAFS Federasi Rusia itu menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak ingin sekadar menjadi kantor perwakilan.

Andre ingin DPLN GEKRAFS Rusia menjadi ruang bertemunya masyarakat, gagasan, kreativitas, budaya, dan peluang bisnis dari dua negara.

“Visi saya adalah menjadikan GEKRAFS DPLN Rusia lebih dari sekadar kantor perwakilan. Saya membayangkannya sebagai jembatan strategis antara Indonesia dan Rusia — jembatan yang menghubungkan masyarakat, gagasan, kreativitas, budaya, dan peluang ekonomi,” kata Andre.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan potensi diaspora Indonesia di Rusia dalam memperkenalkan Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif dunia.

Bukan Cuma Seremonial

Struktur kepengurusan DPLN GEKRAFS Federasi Rusia periode 2026–2029 dirancang dengan sejumlah bidang yang menyentuh langsung kebutuhan ekosistem ekonomi kreatif.

Selain Andre Septiyanto sebagai ketua dan Arief Budi Santoso sebagai wakil ketua, terdapat bidang organisasi, kerja sama dan pemasaran, HAKI serta advokasi, pengembangan talenta, event dan komunitas, teknologi dan transformasi digital, pembiayaan inovatif, hingga riset dan pelestarian budaya tradisi Nusantara.

Baca Juga :  Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

DPLN juga memiliki sejumlah badan otonom yang bergerak di bidang kepedulian sosial, komunikasi dan informasi, pendampingan UMKM, serta gastronomi Nusantara.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi kreatif yang dibawa GEKRAFS tidak hanya berorientasi pada promosi budaya, tetapi juga menyentuh aspek bisnis, talenta, teknologi, UMKM, dan pengembangan jejaring.

Dengan ekosistem kreatif Rusia sebagai mitra, ruang kolaborasinya pun cukup beragam: dari industri musik dan film, fashion, kuliner, pariwisata, gim, hingga pengembangan teknologi digital.

Sankt Peterburg Jadi Titik Awal

Pelantikan di Sankt Peterburg sekaligus menjadi simbol bahwa diplomasi ekonomi kreatif Indonesia dapat bergerak melalui kota-kota yang memiliki ekosistem budaya dan ekonomi yang kuat.

GEKRAFS berharap kehadiran DPLN di Rusia mampu mempertemukan pelaku kreatif Indonesia dengan mitra lokal, membuka akses pasar, memperluas jejaring bisnis, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara.

Kegiatan pelantikan ini mendapat dukungan dari Bank St. Petersburg dan Cafe Indonesia di St. Petersburg (KALPATARU), serta Bank Negara Indonesia (BNI) dan Telkomsel sebagai Official Partner DPP GEKRAFS.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, GEKRAFS kini memiliki satu lagi pintu untuk membawa cerita Indonesia ke Rusia.

Bukan sekadar lewat panggung budaya, tetapi juga melalui ide, kreativitas, bisnis, teknologi, dan karya anak bangsa. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
EEF 2026 Resmi Dibuka di Vladivostok, Prabowo Subianto Hadir di Tengah 70 Negara
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB