Rame-rame Pemimpin Negara Terancam Mosi Tidak Percaya dari Rakyatnya, Apa itu “Mosi Tidak Percaya”?

- Penulis

Rabu, 11 Desember 2024 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG — Belakangan ini situasi politik internasional berada di tengah ketidakpastian. Beberapa negara mengalami gelombang impeachment (mosi tidak percaya) dari rakyatnya.

Pemakzulan Presiden Korsel

Di Korea Selatan, misalnya, situasi politik masih memanas, lantaran partai oposisi utama akan kembali mencoba lagi proses memakzulkan Presiden Yoon Suk Yeol. Pasalnya, presiden berusia 63 tahun itu mengumumkan darurat militer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol/ sindonews.com

Gelombang pemakzulan Presiden Yoon semakin kuat, karena kelompok oposisi menilai presiden telah gagal dalam menjalankan tugasnya.

Mosi Tak Percaya PM Kanada

Di Kanada, Perdana Menteri (PM) Justin Trudeau juga sedang dihantam gelombang mosi tidak percaya yang diajukan oleh rival politik utamanya, Partai Konservatif Kanada.

Baca Juga :  Rayakan 1 Abad NU, PCINU Tunisia Gelar Istighosah Kubro hingga Ngaji Qonun Asasi

Dilansir CNBC, draf mosi tidak percaya itu mencantumkan kritikan masa lalu pemimpin NDP Jagmeet Singh terhadap Trudeau, saat keduanya memutuskan aliansi pada Agustus 2024 lalu, yang menyebutnya “terlalu lemah, terlalu egois”.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau / Antara

Meski PM Trudeau sudah tiga kali digoyang mosi tidak percaya, namun dirinya tetap lolos dari ancaman impeachment di Kanada.

Lalu, Apa itu “Mosi Tidak Percaya”?

Jadi, istilah mosi tidak percaya (motion of no confidence) awalnya digunakan oleh negara dengan sistem pemerintahan parlementer, seperti Australia dan Inggris.

Baca Juga :  Putin Teken Undang-Undang, Hubungan Dagang Indonesia–EAEU Resmi Bebas Tarif: Peluang Emas bagi Pengusaha Tanah Air?

Konsep mosi tidak percaya bahkan telah ditemukan sejak tahun 1780an, tepatnya setelah kekalahan pasukan Britania dalam Pertempuran Yorktown (suara.com, 8/10/2020).

Dalam politik, mosi tidak percaya berarti sebuah pernyataan sikap tidak percaya dari DPR/ parlemen terhadap kebijakan pemerintah.

Dalam hal ini, mosi tidak percaya merupakan salah satu hak DPR/ parlemen untuk menyatakan pendapatnya atas ketidakpercayaannya kepada pemerintah. Dengan demikian, pemerintah seharusnya membubarkan parlemen.

Mosi tidak percaya merupakan salah satu bentuk pola pengawasan dan pertanggungjawaban dalam sistem pemerintahan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Senin, 22 Juni 2026 - 17:13 WIB

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB