SUARAMUDA.NET, KAZAN, RUSIA — Indonesia dan Rusia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral melalui dialog bisnis yang digelar di Kazan Forum 2026.
Bertempat di Kazan, Rusia, pada 13 Mei 2026, pertemuan ini mempertemukan sejumlah pelaku usaha dari kedua negara untuk membahas potensi kerja sama di sektor galangan kapal dan farmasi.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dengan Perwakilan Dagang Rusia di Jakarta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sektor galangan kapal, Indonesia menerjunkan dua perusahaan andalan, yakni PT PAL dan PT Tesco Indomaritim, yang dikenal sebagai produsen kapal untuk kebutuhan sipil nasional.
Keduanya memaparkan sejumlah proyek konstruksi kapal yang siap dikerjakan melalui skema kerja sama riset dengan Rusia. Tujuannya jelas, meningkatkan teknologi perkapalan Indonesia.
Menariknya, pihak Rusia melalui perusahaan CiFREX dan Emperium tidak kalah agresif. Mereka menawarkan teknologi sea hydrofoils– kapal bersayap air yang mampu melaju lebih cepat karena badan kapal terangkat di atas permukaan air – serta kapal bertenaga listrik yang dinilai cocok untuk kebutuhan transportasi penumpang di kepulauan Indonesia.
Sektor farmasi juga menjadi sorotan utama. PT Konimex dan Inspiry menyatakan minat besar untuk menjalin kerja sama riset di bidang bioteknologi, vaksin, plasma darah, dan obat-obatan.
Kedua perusahaan Indonesia ini juga membuka peluang berbagi teknologi alat kesehatan serta pemanfaatan bahan herbal khas Indonesia yang selama ini dikenal kaya akan khasiat obat tradisional.
Di sisi lain, perusahaan farmasi Rusia, Peptogen dan Sistema, menyatakan kesiapan penuh untuk berbagi pengalaman di bidang pengobatan dan pencegahan penyakit.
Ketua KADIN Komite Bilateral Rusia dan Belarus, Didit Ratam, menegaskan bahwa setidaknya ada tiga alasan utama mengapa Indonesia tidak boleh menunda kerja sama dengan Rusia.
“Pertama, perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Uni Ekonomi Eurasia atau EAEU – organisasi yang beranggotakan Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgistan – sudah resmi ditandatangani, “tegasnya.
“Kedua, kemitraan kita bukan hanya strategis, tetapi juga berkelanjutan. Ketiga, dan yang paling penting, kita harus memanfaatkan momentum. Inilah saatnya bagi Indonesia”
Di luar forum utama, PT Konimex dan Peptogen langsung mengambil langkah konkret dengan menandatangani kontrak distribusi produk farmasi Peptogen yang akan dipasarkan di Indonesia.
Keduanya juga menyepakati penjajakan riset bersama di bidang pengembangan obat. Dalam jangka panjang, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong transfer teknologi pengobatan Rusia ke Indonesia.
Forum bisnis seperti ini akan terus digelar secara rutin untuk memastikan pelaku usaha kedua negara turut mendukung Kemitraan Strategis yang telah disepakati di tingkat kepala negara. (Red)













Komentar