Busyed, Deh! Trump Balas Naikkan Tarif Impor China Hingga 125%

- Penulis

Kamis, 10 April 2025 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Pinterest

Ilustrasi: Pinterest

SUARAMUDA, SEMARANG – Ngeri-ngeri sedap. Dilansir detikcom, hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China kian memanas. Perang tarif antarkedua negara makin blak-blakan.

Presiden AS Donald Trump baru saja menaikkan tarif impor bagi China menjadi 125% pada Rabu, hanya beberapa jam setelah China menaikkan bea masuk atas barang-barang AS menjadi 84%.

Dengan alasan kurangnya rasa hormat, Trump membedakan China dari negara-negara lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trump lewat media sosialnya telah menyatakan dirinya akan menunda kebijakan tarif tinggi terhadap negara selain China.

Saling serang tarif antara AS dan China mengancam kenaikan harga bagi konsumen di AS dan menggagalkan upaya China untuk menyegarkan kembali ekonominya yang lesu.

Baca Juga :  Cowok Ganteng ini Adalah Pangeran Hisahito dari Kekaisaran Jepang! Hayo, Siapa Mau PDKT?

Banyak pihak menilai respons China menandakan tekadnya untuk tidak tunduk pada tekanan Trump, meskipun ada risiko.

“Jika AS bersikeras untuk lebih meningkatkan pembatasan ekonomi dan perdagangannya, China memiliki kemauan yang kuat dan sarana yang melimpah untuk mengambil tindakan balasan yang diperlukan dan berjuang sampai akhir,” kata Kementerian Perdagangan China sebelum mengumumkan kenaikan tarif terbarunya, dikutip dari AP, Kamis (10/4/2025).

Dilihat dari neraca perdagangan, AS selama ini mengekspor barang dengan total US$ 199 miliar ke China.

Baca Juga :  Trump Cegah Balas Dendam Israel, Tak Mau Konflik dengan Iran Makin Meledak

Sementara itu, negeri Paman Sam mengimpor barang dari China hingga US$ 463 miliar. Jelas neraca dagang AS dengan China mengalami defisit besar sekali.

Ekspor utama AS ke China pada 2024 meliputi kacang kedelai, pesawat terbang, farmasi, dan semikonduktor.

Di sisi lain, ponsel, komputer, mainan, dan pakaian termasuk komoditas yang jadi impor utama dari China oleh AS.

China yang selama ini menjadi raksasa manufaktur dunia merupakan sumber impor utama AS hingga 2022. (Red/ sumber: detikcom)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB