Dunia Geger! Ratusan Atlet Ramai-ramai Kembalikan Medali Olimpiade Paris 2024, Ada Apa?

- Penulis

Jumat, 17 Januari 2025 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG – Lebih dari 100 atlet Olimpiade dilaporkan telah mengembalikan medali mereka yang diraih pada Olimpiade Paris 2024, hanya lima bulan setelah acara tersebut berakhir.

Menurut laporan media Prancis La Lettre, alasan pengembalian ini adalah kondisi medali yang buruk, termasuk kerusakan seperti karat dan pengelupasan.

Melansir bola.com (16/1/2025), produksi medali Olimpiade Paris 2024 dipercayakan kepada Monnaie de Paris, yakni institusi yang bertanggung jawab atas pembuatan dan pengendalian kualitas.

Namun karena masalah ini, manajemen Monnaie de Paris akhirnya telah diberhentikan.

Kekhawatiran atas kualitas medali sebenarnya telah muncul sejak tahun lalu, saat acara masih berlangsung.

Satu di antara keluhan pertama datang dari skateboarder Amerika Serikat, Nyjah Huston, yang memenangkan medali perunggu di Paris.

Dalam sebuah video yang ia unggah di media sosial, hanya 10 hari setelah menerima medali, Huston mengungkapkan kekecewaannya.

Baca Juga :  Tanamkan Semangat Spiritual dan Jalin Ukhuwah Islamiyah, IKSADA Cabang Mesir Gelar Ziarah Makam Auliya 

“Jadi, medali Olimpiade ini terlihat luar biasa ketika baru diterima. Tetapi, setelah terkena keringat saat dipakai di kulit saya dan teman-teman saya memakainya selama akhir pekan, kualitasnya ternyata tidak sebaik yang Anda bayangkan.”

“Lihat saja medali ini. Kondisinya mulai terlihat buruk. Bahkan bagian depannya mulai mengelupas sedikit. Jadi, saya tidak tahu, medali Olimpiade ini mungkin harus ditingkatkan kualitasnya,” tuturnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:01 WIB

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Berita Terbaru