Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

- Penulis

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, TULUNGAGUNG —Produktivitas dan mutu menjadi dua kunci penting bagi UMKM pangan untuk meningkatkan daya saing di tengah tuntutan konsumen terhadap produk yang semakin higienis, aman, dan konsisten.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat menerapkan mesin chopper kedelai termodifikasi di UMKM Tahu “Berkah”, Kabupaten Tulungagung, pada 29 Juli 2026 lalu.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Produktivitas, Efisiensi Proses, dan Standarisasi Mutu melalui Penerapan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu ‘Berkah’ Tulungagung” tersebut dilaksanakan oleh tim akademisi yang terdiri atas Dr. Hadi Munarko, S.TP., M.Si., Dianita Kumalasari, S.TP., M.Sc., dan Ajeng Astrini Brahmanti, S.TP., M.T.P.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini dirancang untuk menjawab persoalan teknis yang selama ini dihadapi mitra, terutama pada tahap penanganan dan pencacahan bahan baku kedelai.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian produksi karena berpengaruh terhadap efisiensi kerja dan konsistensi proses berikutnya.

Teknologi Tepat Guna Pangkas Beban Kerja

Ketua tim pengabdian, Dr. Hadi Munarko, mengatakan kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan mitra untuk memetakan kendala utama dalam proses produksi.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penanganan dan pencacahan kedelai secara konvensional membutuhkan waktu serta tenaga yang relatif besar. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat menjadi bottleneck yang membatasi kapasitas produksi sekaligus meningkatkan beban kerja operasional.

“Melalui penerapan mesin chopper kedelai termodifikasi, kami menghadirkan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan karakteristik dan skala produksi UMKM. Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan kedelai, mengurangi beban kerja manual, serta menghasilkan bahan baku yang lebih seragam sehingga proses produksi selanjutnya menjadi lebih konsisten,” ujar Dr. Hadi Munarko.

Baca Juga :  Uji Kemampuan Peserta Didik, TK Islam Al Ma’ruf Jakarta Gelar Pekan Murajaah II 1446 H

Penggunaan mesin tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan kecepatan produksi. Lebih jauh, teknologi ini menjadi bagian dari upaya membangun proses produksi yang lebih efisien dan terstandar.

Dengan proses penanganan bahan baku yang lebih terkontrol, UMKM diharapkan dapat mengoptimalkan waktu kerja dan tenaga sekaligus meningkatkan konsistensi bahan yang akan diproses pada tahapan produksi berikutnya.

Efisiensi Berjalan Seiring dengan Jaminan Mutu

Selain transfer teknologi, tim pengabdian juga memberikan pendampingan mengenai Good Manufacturing Practices (GMP) atau Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB).

Materi pendampingan mencakup higiene dan sanitasi area produksi, penanganan bahan baku, kebersihan peralatan, keselamatan kerja, hingga pengendalian mutu produk.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena peningkatan kapasitas produksi perlu diimbangi dengan kemampuan UMKM dalam menjaga keamanan dan konsistensi mutu pangan.

Dengan demikian, target program tidak berhenti pada proses produksi yang lebih cepat, tetapi juga mendorong terciptanya sistem kerja yang lebih higienis, aman, konsisten, dan berkelanjutan.

Pemilik UMKM Tahu “Berkah”, Moh. Hariyono, menyambut positif penerapan teknologi dan pendampingan yang diberikan oleh tim pengabdian.

“Adanya mesin chopper termodifikasi sangat membantu operasional usaha kami. Proses pengerjaan kedelai menjadi lebih cepat dan mengurangi tenaga yang diperlukan. Dengan adanya pemahaman mengenai GMP, kami juga semakin percaya diri untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan mutu tahu yang kami produksi,” ungkap Moh. Hariyono.

Perkuat Daya Saing UMKM Pangan Lokal

Penerapan mesin chopper termodifikasi dan pendampingan GMP menjadi satu kesatuan strategi untuk memperkuat kapasitas UMKM Tahu “Berkah”.

Teknologi berperan dalam meningkatkan efisiensi proses dan produktivitas tenaga kerja, sementara penerapan prinsip produksi pangan yang baik memperkuat aspek keamanan serta standardisasi mutu.

Baca Juga :  Alumni UMS Meraih Juara II dengan Mengajak Mahasiswa untuk Mengaktivasi Taman Cerdas di Solo

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa penguatan UMKM pangan tidak hanya membutuhkan peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga inovasi teknologi dan tata kelola proses yang mendukung keberlanjutan usaha.

Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan tersebut berkontribusi terhadap sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan.

SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) didukung melalui peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM. SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) diwujudkan melalui penerapan teknologi tepat guna dan inovasi peralatan produksi.

Sementara itu, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) diperkuat melalui penerapan proses produksi yang lebih efisien, higienis, dan terstandar.

Secara tidak langsung, penguatan kapasitas UMKM pangan lokal juga berkontribusi terhadap SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan sistem produksi dan ketersediaan pangan berbasis potensi lokal.

Dari Transfer Teknologi Menuju Kemandirian

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM, program pengabdian ini diharapkan tidak berhenti pada pemberian atau penerapan teknologi.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun kemandirian mitra dalam mengelola proses produksi yang efisien, aman, bermutu, dan berkelanjutan.

UMKM Tahu “Berkah” juga diharapkan dapat menjadi salah satu contoh penerapan teknologi tepat guna yang dapat direplikasi oleh UMKM pengolahan kedelai lainnya di Tulungagung dan sekitarnya.

Dengan menggabungkan inovasi peralatan, peningkatan efisiensi, dan penguatan standar produksi pangan, UMKM lokal memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing tanpa meninggalkan aspek mutu dan keamanan pangan. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Mahasiswa UIN KHAS Jember Tuntut Panitia Penjaringan Rektor Lebih Transparan dan Informatif
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB