SUARAMUDA.NET, TULUNGAGUNG —Produktivitas dan mutu menjadi dua kunci penting bagi UMKM pangan untuk meningkatkan daya saing di tengah tuntutan konsumen terhadap produk yang semakin higienis, aman, dan konsisten.
Menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat menerapkan mesin chopper kedelai termodifikasi di UMKM Tahu “Berkah”, Kabupaten Tulungagung, pada 29 Juli 2026 lalu.
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Produktivitas, Efisiensi Proses, dan Standarisasi Mutu melalui Penerapan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu ‘Berkah’ Tulungagung” tersebut dilaksanakan oleh tim akademisi yang terdiri atas Dr. Hadi Munarko, S.TP., M.Si., Dianita Kumalasari, S.TP., M.Sc., dan Ajeng Astrini Brahmanti, S.TP., M.T.P.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program ini dirancang untuk menjawab persoalan teknis yang selama ini dihadapi mitra, terutama pada tahap penanganan dan pencacahan bahan baku kedelai.
Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian produksi karena berpengaruh terhadap efisiensi kerja dan konsistensi proses berikutnya.
Teknologi Tepat Guna Pangkas Beban Kerja
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penanganan dan pencacahan kedelai secara konvensional membutuhkan waktu serta tenaga yang relatif besar. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat menjadi bottleneck yang membatasi kapasitas produksi sekaligus meningkatkan beban kerja operasional.
“Melalui penerapan mesin chopper kedelai termodifikasi, kami menghadirkan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan karakteristik dan skala produksi UMKM. Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan kedelai, mengurangi beban kerja manual, serta menghasilkan bahan baku yang lebih seragam sehingga proses produksi selanjutnya menjadi lebih konsisten,” ujar Dr. Hadi Munarko.
Penggunaan mesin tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan kecepatan produksi. Lebih jauh, teknologi ini menjadi bagian dari upaya membangun proses produksi yang lebih efisien dan terstandar.
Dengan proses penanganan bahan baku yang lebih terkontrol, UMKM diharapkan dapat mengoptimalkan waktu kerja dan tenaga sekaligus meningkatkan konsistensi bahan yang akan diproses pada tahapan produksi berikutnya.
Efisiensi Berjalan Seiring dengan Jaminan Mutu
Selain transfer teknologi, tim pengabdian juga memberikan pendampingan mengenai Good Manufacturing Practices (GMP) atau Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB).
Materi pendampingan mencakup higiene dan sanitasi area produksi, penanganan bahan baku, kebersihan peralatan, keselamatan kerja, hingga pengendalian mutu produk.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena peningkatan kapasitas produksi perlu diimbangi dengan kemampuan UMKM dalam menjaga keamanan dan konsistensi mutu pangan.
Dengan demikian, target program tidak berhenti pada proses produksi yang lebih cepat, tetapi juga mendorong terciptanya sistem kerja yang lebih higienis, aman, konsisten, dan berkelanjutan.
Pemilik UMKM Tahu “Berkah”, Moh. Hariyono, menyambut positif penerapan teknologi dan pendampingan yang diberikan oleh tim pengabdian.
“Adanya mesin chopper termodifikasi sangat membantu operasional usaha kami. Proses pengerjaan kedelai menjadi lebih cepat dan mengurangi tenaga yang diperlukan. Dengan adanya pemahaman mengenai GMP, kami juga semakin percaya diri untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan mutu tahu yang kami produksi,” ungkap Moh. Hariyono.
Perkuat Daya Saing UMKM Pangan Lokal
Penerapan mesin chopper termodifikasi dan pendampingan GMP menjadi satu kesatuan strategi untuk memperkuat kapasitas UMKM Tahu “Berkah”.
Teknologi berperan dalam meningkatkan efisiensi proses dan produktivitas tenaga kerja, sementara penerapan prinsip produksi pangan yang baik memperkuat aspek keamanan serta standardisasi mutu.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa penguatan UMKM pangan tidak hanya membutuhkan peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga inovasi teknologi dan tata kelola proses yang mendukung keberlanjutan usaha.
Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan tersebut berkontribusi terhadap sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan.
SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) didukung melalui peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM. SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) diwujudkan melalui penerapan teknologi tepat guna dan inovasi peralatan produksi.
Sementara itu, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) diperkuat melalui penerapan proses produksi yang lebih efisien, higienis, dan terstandar.
Secara tidak langsung, penguatan kapasitas UMKM pangan lokal juga berkontribusi terhadap SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan sistem produksi dan ketersediaan pangan berbasis potensi lokal.
Dari Transfer Teknologi Menuju Kemandirian
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM, program pengabdian ini diharapkan tidak berhenti pada pemberian atau penerapan teknologi.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun kemandirian mitra dalam mengelola proses produksi yang efisien, aman, bermutu, dan berkelanjutan.
UMKM Tahu “Berkah” juga diharapkan dapat menjadi salah satu contoh penerapan teknologi tepat guna yang dapat direplikasi oleh UMKM pengolahan kedelai lainnya di Tulungagung dan sekitarnya.
Dengan menggabungkan inovasi peralatan, peningkatan efisiensi, dan penguatan standar produksi pangan, UMKM lokal memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing tanpa meninggalkan aspek mutu dan keamanan pangan. (Red)














Komentar