Mahasiswa UIN KHAS Jember Tuntut Panitia Penjaringan Rektor Lebih Transparan dan Informatif

Ribuan mahasiswa turun ke jalan menuntut keterbukaan informasi, pelibatan mahasiswa, dan transparansi dalam proses penjaringan bakal calon Rektor UIN KHAS Jember

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JEMBER – Mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, menggelar aksi menuntut panitia penjaringan bakal calon rektor agar lebih transparan dan informatif dalam melakukan sosialisasi pendaftaran bakal calon, pada Kamis (3/9/2026).

Aksi demo tersebut dimulai dari depan Gedung Pascasarjana lama hingga Kantor Retorat UIN KHAS Jember, sejak pukul 15.00 WIB hingga 16.15 WIB, sore hari.

Adapun jumlah massa yang mengikuti aksi demo tersebut diperkirakan kurang lebih 3.500 mahasiswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi yang bertepatan dengan hari akhir kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 itu, turut diikuti oleh ribuan mahasiswa baru (Maba) dari seluruh fakultas di UIN KHAS Jember.

Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) UIN KHAS Jember, Muhammad Oki Mabruri, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan dari mahasiswa atas tertutupnya penjaringan rektor.

“Ini inisiatif daripada teman-teman kelembagaan mahasiswa. Yakni ada Republik Mahasiswa, juga dari organisasi ekstra yang, mungkin ini sebagai bentuk keresahan kita sebagai mahasiswa. Karena hari ini ketidakjelasan posisi rektor dan proses penjaringan itu sendiri,” kata Oki.

Baca Juga :  Dekan Baru FISHIPOL UNY Resmi Dilantik: Harapan Baru dalam Kepemimpinan Fakultas

Menurut Oki, pihaknya sebagai kelembagaan representasi mahasiswa, merasa tidak dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi dan pengumuman penjaringan rektor.

“Bahkan kemarin kami sempat mendapat beberapa anomali yang mungkin kami tangkap ya, yang mana terjadinya proses sosialisasi rektor yang diadakan di Lumajang, yang itu murni tidak ada pemberitahuan sedikitpun kepada mahasiswa,” tuturnya.

Padahal kata dia, keberadaan mahasiswa di kampus merupakan bagian dari civitas academica, sehingga wajib mengetahui dan dilibatkan dalam segala pemberitahuan, termasuk proses penjaringan rektor.

Oki mengatakan bahwa mahasiswa menuntut panitia penjaringan rektor agar terbuka dalam penyampaian pengumuman pendaftaran, agar tidak cenderung eksklusif.

“Tuntutan kami adalah agar informasi yang ada itu dibuka seluas-luasnya dan tidak hanya proses dan hasilnya. Akan tetapi, pertimbangan yang mungkin dilakukan itu, juga harus melibatkan mahasiswa,” kata dia.

Baca Juga :  BPJS Jadi Gaya Hidup Sehat! IIM Surakarta Ajak Mahasiswa Melek Kesehatan Lewat Seminar Nasional

Namun, dalam aksi tersebut, tidak ada sama sekali pimpinan yang menemuinya.

Lebih lanjut, Muhammad Fathurrahman Pratama, Aktivis Mahasiswa Ekstra Kampus UIN KHAS Jember, juga menyampaikan rasa keresahannya atas tertutupnya sosialisasi penjaringan rektor.

“Padahal dalam undang-undang dan statuta kami sudah jelas, bahwa mahasiswa juga berperan dalam bergulirnya segala bentuk kegiatan civitas academica di kampus ini,” kata Fathur.

Menurut Fathur, mahasiswa merupakan satu pihak yang akan merasakan dampak dari kebijakan-kebijakan rektor yang akan dipilih dalam waktu dekat.

Kata Fathur, pihaknya akan menjadwalkan dan meminta audiensi kepada panitia penjaringan rektor, untuk diskusi bersama tentang apa saja yang dibutuhkan dan harapan mahasiswa terhadap rektor baru.

“Akan diagendakan menyampaikan tuntutan-tuntutan kami dan melihat respon bagaimana dari pihak panitia penjaringan rektorat,” tegasnya. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB