Indonesia Siapkan 100 Kuota Beasiswa ke Rusia, Siapa Mau?

- Penulis

Jumat, 27 Juni 2025 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jabat tangan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI, Brian Yuliarto, dengan Menteri Sains dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia, Valery Nikolaevich Falkov. (Sumber: detik.com)

Jabat tangan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI, Brian Yuliarto, dengan Menteri Sains dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia, Valery Nikolaevich Falkov. (Sumber: detik.com)

SUARAMUDA, SEMARANG — Lawatan Presiden Prabowo ke Rusia memang telah berlangsung pada Kamis (19/6/2025) lalu.

Namun perlu diketahui bahwa pendidikan tinggi menjadi salah satu dari empat dokumen kerja sama yang dipertukarkan Indonesia-Rusia.

Indonesia menyediakan kuota beasiswa doktor ke Rusia hingga akan memadankan gelar akademik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan pemerintah Indonesia akan menyediakan 100 kuota beasiswa untuk mengambil gelar Doktor ke Rusia.

“Seleksi peserta beasiswa pemerintah Rusia dapat melibatkan Kemdiktisaintek, dan menjadikan program beasiswa tersebut sebagai salah satu bentuk dukungan atas kebijakan pemerintah Indonesia,” jelas Menteri Brian dilansir dari situs Kemendiktisaintek, Jumat (20/6/2025) pekan lalu.

Brian juga menegaskan gelar sarjana bagi mahasiswa yang melanjutkan studinya ke jenjang Magister, nantinya bisa diakui dan diberikan dalam bentuk ijazah Sarjana.

Proses Finalisasi

Pengaturan, pengakuan bersama, serta kualifikasi, dan gelar akademik Indonesia-Rusia saat ini tengah dalam proses finalisasi.

Indonesia dan Rusia, lanjut Brian, harus dapat melakukan program pendanaan riset bersama untuk para profesor.

Baca Juga :  Mengapa Fakultas Teknologi Pertanian IPB Terancam Dibubarkan?

Rencana ini sebagai bentuk komitmen untuk implementasi kerja sama yang hendak dilakukan oleh kedua belah pihak dengan adanya payung kerja sama yang telah sah ditandatangani.

Brian yang ikut dalam lawatan Prabowo ke Rusia menyampaikan hal ini setelah bertemu Menteri Sains dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia Valery Falkov di St Petersburg.

“Tingkat partisipasi peserta Indonesia, atas beasiswa Pemerintah Rusia bertumbuh sangat pesat dan saya harapkan jumlah ini akan terus bertambah,” ujar Falkov.

Falkov juga menyampaikan agar pemerintah Indonesia dapat membuka peluang lebih besar bagi peserta beasiswa Indonesia untuk belajar di Rusia.

Rencana MoU di Bulan Oktober

Brian juga mengungkapkan Falkov akan berkunjung ke Indonesia yang direncanakan Oktober 2025.

Kunjungan ini untuk penandatanganan dokumen perjanjian pengakuan bersama serta kualifikasi dan gelar akademik Indonesia-Rusia.

“Indonesia dan Rusia sepakat menjalin kerja sama strategis di bidang pendidikan tinggi. Kesepakatan ini saya tandatangani bersama Menteri Sains dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia, Valery Falkov, di Saint Petersburg, sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral berbasis pengetahuan dan riset,” tutur Brian.

Baca Juga :  13 Mahasiswa UT Gugat MK, Soroti Ketidakjelasan Pendidikan Jarak Jauh

Sebelumnya ada 4 dokumen kenegaraan kerja sama yang dipertukarkan antara Indonesia-Rusia dalam lawatan Presiden Prabowo yakni:

1. Persetujuan antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dan Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia tentang Kerja Sama di Bidang Pendidikan Tinggi.

2. Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Kementerian Perhubungan Federasi Rusia tentang Kerja Sama di Sektor Transportasi.

3. Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dan Kementerian Pengembangan Digital, Komunikasi, dan Media Massa Federasi Rusia tentang kerja sama di bidang pengembangan digital dan media massa.

4. Nota Kesepahaman antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (DANANTARA) dan Joint Stock Company “Management Company of Russian Direct Investment Fund“. (Red)

Sumber: detik.com

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB