SUARAMUDA.NET, LAMONGAN — Ada yang berbeda dari agenda akhir pekan para guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Sukodadi. Sabtu, 12 September 2026, bukan sekadar hari untuk melepas penat setelah rutinitas mengajar. Para pendidik madrasah tersebut justru bersiap “turun gelanggang” ke EXTRANAS 2026 di Lamongan Sport Center (LSC).
Rombongan guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo dijadwalkan hadir secara massal di lokasi expo pada pukul 12.15 WIB, sesuai jadwal kunjungan Satuan Wilayah Kerja (Satwil) Sukodadi yang tercantum dalam Surat Edaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan Nomor B-3156/Kk.13.18.02/PP.00/09/2026.
Namun, kedatangan mereka bukan sekadar untuk memenuhi daftar hadir. Ada misi yang lebih besar, yakni berburu wawasan, menangkap inovasi, dan membawa pulang inspirasi untuk ruang-ruang kelas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
EXTRANAS 2026 sendiri digelar pada 10–13 September 2026 di MAN 1 Lamongan dan Lamongan Sport Center. Mengusung tema “Berdaya Saing Global, Berkarakter Lokal” kegiatan ini menjadi panggung nasional yang mempertemukan expo karya, kompetisi, serta forum strategis pengembangan Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN).
Bagi guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo, momentum tersebut terlalu berharga jika hanya dilewati dengan melihat-lihat.
Datang Bukan untuk Formalitas, Tapi untuk Pulang Membawa Gagasan
Kepala MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Suparno, S.Pd., menyambut positif antusiasme para pendidik untuk mengikuti EXTRANAS 2026.
Menurutnya, kegiatan berskala nasional seperti ini seharusnya menjadi kesempatan bagi guru untuk memperluas cakrawala. Guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu terus memperbarui pengetahuan, metode, dan perspektif agar pembelajaran semakin relevan dengan perkembangan zaman.
“Jangan sampai kehadiran di EXTRANAS hanya sebatas memenuhi kewajiban. Manfaatkan momentum ini untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan inspirasi,” menjadi pesan yang ditekankan kepada para guru.
Pesan tersebut terasa relevan dengan semangat EXTRANAS 2026. Di tengah perubahan teknologi dan tuntutan kompetensi abad ke-21, madrasah dituntut tidak hanya menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi.
LSC Jadi Etalase “Masa Depan” Madrasah
Selama EXTRANAS berlangsung, Lamongan Sport Center menjadi salah satu titik penting perhelatan. Berbagai karya dan inovasi siswa madrasah dari berbagai daerah dipamerkan.
Di sinilah guru bisa melihat secara langsung bagaimana keterampilan, kreativitas, teknologi, dan nilai-nilai keislaman dipadukan menjadi sebuah karya nyata.
Bagi MTs Muhammadiyah 20 Menongo, expo tersebut ibarat laboratorium inspirasi. Melihat karya madrasah lain berarti membuka kemungkinan baru. Menyaksikan inovasi siswa berarti menemukan ide untuk dikembangkan.
Bertemu dengan pendidik dari berbagai daerah berarti memperluas jejaring dan bertukar pengalaman. Singkatnya, yang dibawa pulang bukan cuma foto dan cerita, tetapi juga ide.
“Berdaya Saing Global, Berkarakter Lokal” Bukan Sekadar Slogan
Tema EXTRANAS 2026 juga menjadi daya tarik tersendiri. “Berdaya Saing Global, Berkarakter Lokal” seolah mengingatkan bahwa kemajuan pendidikan tidak harus membuat madrasah kehilangan identitas.
Justru sebaliknya, madrasah ditantang untuk melahirkan generasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia modern, tetapi tetap berakar pada karakter, budaya, nilai keislaman, serta kearifan lokal.
Semangat inilah yang turut mendapat perhatian dari MTs Muhammadiyah 20 Menongo dan lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan.
Dukungan terhadap EXTRANAS 2026 dipandang sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat ekosistem pendidikan madrasah. Dari Lamongan, semangat tersebut diharapkan terus menyebar menjadi energi positif bagi perkembangan pendidikan Islam di tingkat nasional.
Ada satu tantangan setelah EXTRANAS berakhir: apa yang dilakukan setelah pulang? Bagi MTs Muhammadiyah 20 Menongo, jawabannya bukan sekadar menyimpan pengalaman di galeri ponsel.
Wawasan yang diperoleh di LSC diharapkan bisa diterjemahkan menjadi gagasan baru dalam pembelajaran. Metode mengajar bisa diperbarui, kreativitas siswa bisa lebih banyak diberi ruang, dan pengembangan keterampilan dapat semakin diperkuat.
Sebab, ukuran keberhasilan mengikuti sebuah kegiatan bukan hanya terlihat dari seberapa ramai peserta yang hadir, tetapi dari seberapa banyak perubahan positif yang lahir setelah kegiatan tersebut selesai. Karena itu, antusiasme guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo mengikuti EXTRANAS 2026 menjadi lebih dari sekadar partisipasi.
Ini adalah bentuk kesadaran bahwa guru juga harus terus belajar. Dan ketika guru terus belajar, peluang siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik pun semakin terbuka.
Kehadiran rombongan guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo pada EXTRANAS 2026 menjadi bagian kecil dari gerakan besar pendidikan madrasah di Lamongan.
Dari sebuah madrasah di Menongo, Sukodadi, muncul semangat untuk terus membuka diri terhadap perkembangan pendidikan nasional.
EXTRANAS 2026 pun menjadi momentum untuk memperkuat keyakinan bahwa madrasah tidak boleh berjalan di belakang perubahan zaman. Berakar pada karakter lokal, bergerak dengan inovasi, dan berani menatap persaingan global. (Red)
(SAMI’AN)














Komentar