Dari Limbah Jadi Pupuk: Inovasi Mahasiswa Bina Desa di Desa Karangkuten Dukung Pertanian Berkelanjutan

- Penulis

Kamis, 29 Mei 2025 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, MOJOKERTO – Mahasiswa program Bina Desa dari UPN “Veteran” Jawa Timur yang sedang bertugas di Desa Karangkuten menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertanian lokal.

Mereka berhasil menginisiasi dan mendampingi warga dalam pembuatan produk pupuk organik, sebagai terobosan untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia yang mahal dan berbahaya bagi lingkungan.

Tim program bina desa UPNVJT yang melakukan pelatihan ini terdiri dari dosen pembimbing lapangan, Aisyah Alifatul Zahidah Rohmah, S.T. M.t., dan dua mahasiswa yaitu Brilian Jusuf Priambada dan Othman Azam Abia Musa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pupuk Organik Cair

Produk pupuk yang dihasilkan, yaitu pupuk organik cair EM-4, dibuat dari bahan-bahan yang melimpah di desa, seperti sisa-sisa pertanian dan limbah perkebunan.

Baca Juga :  Bikin Pakan Lele Makin Cerdas! Dosen UPN Veteran Jatim Kenalkan Software Digital untuk Petambak di Lamongan

“Kami melihat potensi besar dari limbah organik yang selama ini kurang termanfaatkan. Dengan metode sederhana yang mudah diikuti, kami mengubah limbah menjadi pupuk bernilai tinggi, ” jelas Brilian Jusuf, mahasiswa penggagas program pembuatan pupuk.

Proses pembuatan pupuk ini tidak hanya menjadi proyek bagi mahasiswa, tetapi juga merupakan sesi edukasi dan pemberdayaan bagi masyarakat.

Pembuatan pupuk cair organik dimulai dengan pencacahan bahan, pengukuran dan pencampuran bahan dengan air, EM-4, gula merah cair, dan ragi sesuai takaran ke dalam galon plastik bekas lalu ditutup.

Bahan yang sudah tercampur kemudian difermentasi selama 5-7 hari. Tutup dibuka setiap hari untuk mengeluarkan gas yang terkumpul lalu ditutup kembali untuk melanjutkan fermentasi.

Baca Juga :  Transformasi Limbah Kulit Kopi dan Kulit Pisang Menjadi Briket Biomassa dalam Mendukung Implementasi SDGs 1 dan SDGs 8 di Masyarakat

Langkah fermentasi ini akan menghasilkan pupuk yang kaya akan nutrisi dan mineral yang dibutuhkan untuk kesuburan tanah.

Diharapkan, produk pupuk organik hasil karya mahasiswa bina desa ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang.

Selain menghemat biaya produksi petani, penggunaan pupuk organik juga akan meningkatkan kesuburan tanah, menghasilkan panen yang lebih sehat, dan mendukung keberlanjutan ekosistem pertanian di Desa Karangkuten.

Inisiatif ini juga turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8, yakni Decent Work and Economic Growth dengan menciptakan peluang usaha baru dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. (Red)

*) Artikel ini ditulis oleh Brilian Jusuf Priambada dan Aisyah Alifatul Zahidah Rohmah, ST., MT

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bediding Mulai Menggigit! Dini Hari di Wilayah Sugio Bisa Bikin Menggigil, Warga Diminta Siaga Hadapi Puncak Kemarau
Dinasti Sepak Bola Runtuh! Jerman dan Brasil Tersingkir, Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026
Presiden, Kata “Bajingan”, dan Marwah Kepemimpinan
Lagi-Lagi, Pebalap Muda Indonesia Juara! Kiandra Ramadhipa Bikin Indonesia Raya Bergema di Jerman
O!Save Makin Ramai Diburu! Minimarket Oranye Ini Siap Goyang Dominasi Alfamart dan Indomaret?
Belajar Meracik Peluang Usaha dari Tepung Kentucky di Balerejo
Kerennya China! Sudah Tanam 66 Miliar Pohon, Pertumbuhannya Malah Ngebut Kalahkan Hutan Alami
NDASMU!
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:43 WIB

Dinasti Sepak Bola Runtuh! Jerman dan Brasil Tersingkir, Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:22 WIB

Presiden, Kata “Bajingan”, dan Marwah Kepemimpinan

Senin, 13 Juli 2026 - 09:09 WIB

Lagi-Lagi, Pebalap Muda Indonesia Juara! Kiandra Ramadhipa Bikin Indonesia Raya Bergema di Jerman

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:10 WIB

O!Save Makin Ramai Diburu! Minimarket Oranye Ini Siap Goyang Dominasi Alfamart dan Indomaret?

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:57 WIB

Belajar Meracik Peluang Usaha dari Tepung Kentucky di Balerejo

Berita Terbaru