Transformasi Limbah Kulit Kopi dan Kulit Pisang Menjadi Briket Biomassa dalam Mendukung Implementasi SDGs 1 dan SDGs 8 di Masyarakat

"Mahasiswa UPN "Veteran" Jawa Timur mengolah limbah kulit kopi dan kulit pisang menjadi bio briket sebagai energi alternatif sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Kalipucang."

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sambutan dan pemaparan pemanfaatan limbah kulit kopi dan kulit pisang menjadi bio briket oleh Raka Selaksa Charisma Muchammad didampingi Sekretaris Desa Kalipucang. (5/6/2026)

Sambutan dan pemaparan pemanfaatan limbah kulit kopi dan kulit pisang menjadi bio briket oleh Raka Selaksa Charisma Muchammad didampingi Sekretaris Desa Kalipucang. (5/6/2026)

SUARAMUDA.NET, PASURUANMahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur melaksanakan Program Bina Desa di Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, dengan mengusung inovasi pemanfaatan limbah kulit kopi dan kulit pisang menjadi Therapeutic Bio-Briquette sebagai energi alternatif ramah lingkungan.

Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah limbah pertanian sekaligus mendorong terciptanya peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Raka Selaksa Charisma Muchammad, S.T., M.T. memberikan pembukaan mengenai potensi biomassa sebagai sumber energi terbarukan dan pentingnya pemanfaatan limbah organik secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa kulit kopi dan kulit pisang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bio briket yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan jika hanya dibuang atau dibiarkan menjadi limbah.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kalipucang pada 5 Juni 2026 tersebut diikuti oleh perangkat desa, pelaku UMKM, kelompok PKK, serta masyarakat setempat.

Melalui sesi diskusi dan sosialisasi, peserta memperoleh pemahaman mengenai proses pengolahan limbah biomassa, manfaat penggunaan bio briket, serta peluang pengembangannya sebagai produk unggulan desa.

Raka juga menekankan bahwa pemanfaatan limbah organik menjadi bio briket tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah pertanian, tetapi juga dapat mendukung terciptanya sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Baca Juga :  UPN "Veteran" Jatim Bantu Petambak Karang Langit Panen Harapan, Pakan Mandiri dan Bibit Lele Disalurkan

Menurutnya, inovasi sederhana yang memanfaatkan potensi lokal dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur bersama Raka Selaksa Charisma Muchammad, S.T., M.T. berharap masyarakat Desa Kalipucang mampu mengembangkan pengolahan limbah kulit kopi dan kulit pisang secara mandiri.

Hal ini agar dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan serta mendukung pencapaian SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur mendemonstrasikan proses karbonisasi limbah kulit kopi dan kulit pisang kepada masyarakat Desa Kalipucang dalam kegiatan pelatihan pembuatan bio briket yang diselenggarakan pada 5 Juni 2026.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan pemanfaatan limbah kulit kopi dan kulit pisang sebagai bahan baku bio briket, tetapi juga memberikan pelatihan terkait penggunaan alat karbonisasi yang berperan penting dalam proses pembuatannya.

Masyarakat diberikan pemahaman serta praktik langsung mengenai cara mengoperasikan alat tersebut untuk mengonversi limbah organik menjadi arang biomassa yang selanjutnya diolah menjadi bio briket.

Melalui penerapan teknologi sederhana ini, limbah pertanian yang sebelumnya kurang termanfaatkan dapat diubah menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Penyerahan alat karbonisasi oleh tim Program Bina Desa UPN “Veteran” Jawa Timur kepada perangkat Desa Kalipucang sebagai upaya mendukung implementasi teknologi pengolahan limbah biomassa menjadi sumber energi alternatif yang berkelanjutan, 5 Juni 2026.

Penyerahan alat karbonisasi kepada Pemerintah Desa Kalipucang menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan program pemanfaatan limbah kulit kopi dan kulit pisang menjadi bio briket.

Baca Juga :  Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien

Dengan adanya alat tersebut, masyarakat diharapkan dapat melanjutkan proses produksi secara mandiri serta mengembangkan inovasi yang telah diperkenalkan selama kegiatan berlangsung.

Raka juga menyampaikan bahwa pemberian alat karbonisasi tidak hanya bertujuan mendukung pengolahan limbah organik, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal secara lebih optimal.

Menurutnya, pemanfaatan limbah pertanian menjadi bio briket merupakan salah satu bentuk penerapan teknologi tepat guna yang mampu memberikan manfaat lingkungan sekaligus nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Melalui dukungan sarana tersebut, masyarakat Desa Kalipucang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dalam mengolah limbah biomassa menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual.

Keberadaan alat karbonisasi juga membuka peluang bagi pengembangan usaha berbasis energi alternatif yang memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Program ini turut mendukung pencapaian SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pengembangan peluang ekonomi masyarakat berbasis pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah.

Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, produktivitas usaha lokal, serta terciptanya peluang ekonomi yang berkelanjutan di Desa Kalipucang. (Red)

Penulis : Raka Selaksa Charisma Muchammad, S.T., M.T., Falya Riswanti Awalia, R. Rama Satria Novartha, Afidah Vanmugi Isnayanti, Muhammad Fauzan Satyasyauqi, Anggi Durrotul Fauziyah, Ir. Sani, M.T., serta Nur Afiqoh Sari S.A., M.A.

Editor : DT Atmaja

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 26 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB