SUARAMUDA.NET, PASURUAN — Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur melaksanakan Program Bina Desa di Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, dengan mengusung inovasi pemanfaatan limbah kulit kopi dan kulit pisang menjadi Therapeutic Bio-Briquette sebagai energi alternatif ramah lingkungan.
Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah limbah pertanian sekaligus mendorong terciptanya peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Raka Selaksa Charisma Muchammad, S.T., M.T. memberikan pembukaan mengenai potensi biomassa sebagai sumber energi terbarukan dan pentingnya pemanfaatan limbah organik secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa kulit kopi dan kulit pisang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bio briket yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan jika hanya dibuang atau dibiarkan menjadi limbah.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kalipucang pada 5 Juni 2026 tersebut diikuti oleh perangkat desa, pelaku UMKM, kelompok PKK, serta masyarakat setempat.
Melalui sesi diskusi dan sosialisasi, peserta memperoleh pemahaman mengenai proses pengolahan limbah biomassa, manfaat penggunaan bio briket, serta peluang pengembangannya sebagai produk unggulan desa.
Raka juga menekankan bahwa pemanfaatan limbah organik menjadi bio briket tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah pertanian, tetapi juga dapat mendukung terciptanya sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Menurutnya, inovasi sederhana yang memanfaatkan potensi lokal dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur bersama Raka Selaksa Charisma Muchammad, S.T., M.T. berharap masyarakat Desa Kalipucang mampu mengembangkan pengolahan limbah kulit kopi dan kulit pisang secara mandiri.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan pemanfaatan limbah kulit kopi dan kulit pisang sebagai bahan baku bio briket, tetapi juga memberikan pelatihan terkait penggunaan alat karbonisasi yang berperan penting dalam proses pembuatannya.
Masyarakat diberikan pemahaman serta praktik langsung mengenai cara mengoperasikan alat tersebut untuk mengonversi limbah organik menjadi arang biomassa yang selanjutnya diolah menjadi bio briket.
Melalui penerapan teknologi sederhana ini, limbah pertanian yang sebelumnya kurang termanfaatkan dapat diubah menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Penyerahan alat karbonisasi kepada Pemerintah Desa Kalipucang menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan program pemanfaatan limbah kulit kopi dan kulit pisang menjadi bio briket.
Dengan adanya alat tersebut, masyarakat diharapkan dapat melanjutkan proses produksi secara mandiri serta mengembangkan inovasi yang telah diperkenalkan selama kegiatan berlangsung.
Raka juga menyampaikan bahwa pemberian alat karbonisasi tidak hanya bertujuan mendukung pengolahan limbah organik, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal secara lebih optimal.
Menurutnya, pemanfaatan limbah pertanian menjadi bio briket merupakan salah satu bentuk penerapan teknologi tepat guna yang mampu memberikan manfaat lingkungan sekaligus nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Melalui dukungan sarana tersebut, masyarakat Desa Kalipucang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dalam mengolah limbah biomassa menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual.
Keberadaan alat karbonisasi juga membuka peluang bagi pengembangan usaha berbasis energi alternatif yang memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, produktivitas usaha lokal, serta terciptanya peluang ekonomi yang berkelanjutan di Desa Kalipucang. (Red)
Penulis : Raka Selaksa Charisma Muchammad, S.T., M.T., Falya Riswanti Awalia, R. Rama Satria Novartha, Afidah Vanmugi Isnayanti, Muhammad Fauzan Satyasyauqi, Anggi Durrotul Fauziyah, Ir. Sani, M.T., serta Nur Afiqoh Sari S.A., M.A.
Editor : DT Atmaja













Komentar