Begini Profil PT Borine Technology Indonesia yang Targetkan Ekspansi Pasar Global

- Penulis

Kamis, 3 Oktober 2024 - 01:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Groundbreaking ceremony (sesi II pembangunan) PT Borine Technology Indonesia di Kawasan Industri Kendal (KIK), Selasa (1/10/2024)

Groundbreaking ceremony (sesi II pembangunan) PT Borine Technology Indonesia di Kawasan Industri Kendal (KIK), Selasa (1/10/2024)

SUARAMUDA, KENDAL – PT Borine Technology Indonesia merupakan perusahaan manufaktur peralatan listrik rumah tangga (small home appliances) berbasis ekspor, yang merupakan anak usaha dari Ningbo Borine Electric Appliances Co., LTD.

Dalam rangka ekspansi pasar yang lebih luas lagi, perusahaan asal Tiongkok ini terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku utama di sektor industri elektronik di Indonesia. Wajar, jika PT Borine menargetkan peningkatan kapasitas produksi hingga lebih dari 2 juta unit per bulan.

Berdiri di atas lahan seluas 154.211 meter persegi, pembangunan fase pertama pabrik PT Borine selesai pada 21 September 2022 dan mulai beroperasi sejak Mei 2022, dua tahun lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pabrik yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal ini mendapatkan fasilitas Tax Holiday sebagai bagian dari dukungan pemerintah untuk pengembangan industri lokal.

Sejak awal berdirinya, PT Borine telah menjadi role model bagi tenant lain di KIK, terutama dalam hal penggunaan sistem KEK. Oleh karenanya, perusahaan itu berkomitmen menjadi perusahaan kelas dunia dengan membangun pabrik yang terintegrasi penuh, dilengkapi dengan tujuh workshop utama: injection molding, hardware, spray painting, PCBA, printing, motor assy, dan assembly.

Baca Juga :  Inilah Nutrisi Penting Saat Puasa, Simak!

Hal ini memungkinkan perusahaan itu memproduksi hampir seluruh komponen peralatan rumah tangga secara mandiri, mempercepat proses produksi, serta menjaga kualitas produk tetap tinggi.

Fokus Ekspor dan Pertumbuhan Pasar Global

Sebagai perusahaan berbasis ekspor, PT Borine menargetkan 95% produk mereka untuk pasar internasional, terutama di Eropa dan Amerika. Produk-produk unggulannya antara lain seperti coffee maker, blender, can opener, rice cooker. Sedangkan air fryer akan menjadi andalan ekspor dari fasilitas manufaktur ini.

Dan rupanya sejak mulai beroperasi, PT Borine telah menunjukkan pertumbuhan pesat. Pada 2024, misalnya, perusahaan itu telah menciptakan lapangan kerja bagi 4000 orang.

Mayoritas tenaga kerja difokuskan untuk memenuhi kebutuhan 26 lini produksi di assembly workshop, yang terdiri dari 6 lini produksi air fryer, 7 lini produksi coffee maker, dan 13 lini produksi food preparation.

Baca Juga :  Lebaran 2025 Ala Gen Z: Tunik & Brokat Jadi Primadona, Tapi Jangan Sampai Salah Style, ya?

PT Borine hingga kini telah menerima komitmen pengalihan site produksi dari beberapa klien besar seperti Conair LLC, Sharkninja, Hamilton Beach, Delonghi, dan Philips.

Mitra-mitra global ini mempercayakan produksi peralatan rumah tangga mereka karena reputasi perusahaan dalam hal kualitas produk, efisiensi operasional, serta kemampuan untuk memenuhi permintaan dalam skala besar.

Untuk menopang semua kebutuhan itu, kini, PT Borine memulai konstruksi (tahap II) di atas lahan seluas 83.954 meter persegi. Pembangunan ini ditandai dengan groundbreaking ceremony ini digelar pada Selasa, 1 Oktober 2024 kemarin.

Pembangunan itu terus dikejar, karena perusahaan menargetkan untuk menembus angka penjualan 1-2 juta unit per bulan dengan ekspor produk tujuan Asia, Amerika dan Eropa pada 2025. (Red)

 

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?
Berita ini 46 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:14 WIB

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36 WIB

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB