‘Diem-diem’ 900 Buruh Pabrik Plastik Mau di PHK, Lagi-lagi Rakyat Jadi Korban

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kompas.com

Foto: Kompas.com

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Dunia lagi ribut, pabrik ikut keder, dan yang pertama kena getahnya? Lagi-lagi buruh. Klise, tapi nyata.

Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJAT) kembali angkat suara soal ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang makin terasa seperti “tradisi tahunan” ketimbang kejadian darurat.

Di tengah konflik global yang entah kapan tamatnya, sekitar 900 buruh pabrik plastik kini berdiri di tepi jurang kehilangan pekerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alasannya klasik: bahan baku seret, produksi macet, lalu muncullah mantra sakti bernama “efisiensi”. Dan seperti biasa, efisiensi jarang menyentuh kursi direksi—yang dipangkas justru tenaga kerja.

Koordinator lapangan ABJAT, Lukmanul Hakim, menegaskan bahwa isu PHK bukan cerita baru. Bahkan sejak May Day tahun lalu, bayang-bayang PHK sudah menghantui, terutama setelah gelombang pemutusan kerja di pabrik tekstil raksasa Sritex.

Baca Juga :  Ketua PWNU Jateng, Idulfitri 1446 H Momentum Meneguhkan Persaudaraan dan Membangun Kebersamaan

“Dari dulu sampai sekarang, ceritanya sama. Buruh terus disuruh sabar, tapi PHK terus jalan,” sindir Lukman di sela aksi Hari Buruh di Semarang, Jumat (1/5/2026).

Yang lebih menarik—atau justru ironis—ABJAT masih setia menunggu janji pemerintah. Salah satunya, komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk Satgas PHK.

Sebuah tim yang digadang-gadang bisa mendeteksi dan mencegah badai PHK sebelum benar-benar menghantam.

Masalahnya, hingga kini Satgas itu masih lebih sering terdengar sebagai wacana daripada kenyataan.

“Kalau Satgas PHK benar ada, harusnya bisa baca tanda-tanda dari awal. Jangan nunggu buruh di-PHK dulu baru sibuk,” lanjut Lukman, dengan nada yang lebih mirip kritik daripada harapan.

Di lapangan, situasinya sudah bergerak. Sejumlah perusahaan plastik mulai menerapkan sistem kerja bergilir—bahasa halus dari pengurangan jam kerja yang ujungnya tetap sama: penghasilan menipis, masa depan makin kabur.

Baca Juga :  Penyaluran Beasiswa Pendidikan Inklusif bagi Pemuda dan Remaja Disabilitas Lewat Pelatihan Pembuatan Topeng Wayang Limbah Kertas Batch 1

Perusahaan seperti PT Innan dan PT Poliplas disebut sudah lebih dulu menjalankan strategi ini. Sementara itu, sekitar 600 pekerja di PT Palliser dan 300 pekerja di Innan ikut terseret arus efisiensi.

Industri plastik pun kini masuk daftar “zona merah”—rentan, rapuh, dan siap tumbang kapan saja jika kondisi tak membaik.

Di tengah semua ini, satu pertanyaan menggantung: Sampai kapan buruh harus jadi variabel paling fleksibel dalam setiap krisis?

Karena sejauh ini, setiap kali dunia goyah, yang pertama dikorbankan tetap sama—bukan sistemnya, bukan kebijakannya, tapi orang-orang yang tiap hari menggerakkan mesin. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB