Belajar dari Kasus TPA Pekalongan, Kota Semarang Segera Benahi TPA Jatibarang: Yes atau No!?

- Penulis

Jumat, 11 April 2025 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bidang Lingkunga Hidup dan PSDA HMI Cabang Semarang

Foto: Bidang Lingkunga Hidup dan PSDA HMI Cabang Semarang

SUARAMUDA, SEMARANG — Kepala DLH Kota Semarang Arwita Mawarti menegaskan, pihaknya sedang mengusahakan kondisi TPA Jatibarang yang saat ini masih open dumping menuju ke arah sanitary landfill.

Ia menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah penambahan dan perbaikan sarana prasarana (sarpras) di kawasan TPA, agar sistem pengelolaan bisa beralih dari open dumping ke sanitary landfill.

Menurut Arwita, sanitary landfill mengharuskan setiap lapisan sampah ditutup dengan tanah urugan, sehingga dampak lingkungan bisa ditekan.

“Kami membutuhkan perbaikan sarpras untuk menguruk sampah-sampah yang ada. Ini penting sebagai tahap transisi sebelum sistem pengolahan sampah menjadi energi listrik dijalankan,” ujarnya, saat ditemui wartawan di Balai Kota Semarang, Kamis (10/4/2025) kemarin.

Berdasarkan proyeksi saat ini, kapasitas daya tampung TPA Jatibarang diperkirakan hanya akan mampu bertahan selama tiga hingga lima tahun ke depan.

“Memang harus ada penanganan segera di TPA. Kalau tidak, daya tampungnya bisa habis lebih cepat dari prediksi,” ujar Arwita.

Dia juga mengingatkan bahwa pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 telah memasukkan Kota Semarang sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam percepatan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Baca Juga :  NU Kartasura Siap Bangkit, Meriahkan Haul Masyayikh dalam Peringatan Hari Santri Nasional 2024

Meski demikian, proyek tersebut baru diperkirakan mulai beroperasi dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan.

“Sanitary landfill menjadi solusi jangka pendek sambil menunggu PSEL berjalan. Sesuai arahan Menteri Lingkungan Hidup, pembenahan TPA harus dipercepat karena mulai 2026 sistem open dumping sudah tidak diperbolehkan,”tandasnya. (Red)

Sumber: jpn.com

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB