Dari Sekolah ke Dunia Bisnis: Generasi Siap Jadi Pengusaha Indonesia Emas 2045

SUARAMUDA.NET, KENDAL — Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kendal kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem kewirausahaan sejak dini melalui kegiatan “HIPMI Goes to School” yang diselenggarakan pada Senin, 27 April 2026 di SMKN 1 Kendal.

Acara ini dihadiri sekitar 400 orang siswa SMKN 1 Kendal. Mengusung tema “Dari Sekolah ke Bisnis: Generasi Siap Jadi Pengusaha Indonesia Emas”, kegiatan ini ditujukan untuk menanamkan semangat kemandirian ekonomi kepada para siswa sebagai bagian dari upaya menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Gus Fath dengan materi dasar kewirausahaan serta Edy Bagya yang mengupas strategi digital marketing di era modern.

Kehadiran kedua pembicara ini diharapkan mampu memberikan perspektif yang seimbang antara pondasi bisnis dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, sehingga siswa memiliki bekal yang relevan dengan tantangan zaman.

Ketua Umum BPC HIPMI Kendal Rizky Imhan Rochansa menyoroti peluang besar Indonesia Emas 2045. Ekky juga menyebut bahwasanya jumlah usia produktif saat ini lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak produktif. Tentunya, ketika pencari kerja banyak tapi tidak ada lapangan kerja juga akan menjadi masalah.

“SMK disiapkan untuk siap kerja tapi tidak harus bekerja, peluang menciptakan usaha juga diharapkan,” kata Ketua Umum BPC HIPMI Kendal Rizky Imhan Rochansa atau biasa disapa Ekky, di SMKN 1 Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (27/04/2026).

Ekky juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis organisasi dalam mencetak wirausaha muda dari kalangan pelajar.

Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat menyiapkan lulusan untuk mencari kerja, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan keberanian menciptakan peluang usaha secara mandiri.

Gus Fath dalam keterangannya menegaskan pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan sejak dini.

“Kewirausahaan bukan hanya soal berdagang, tetapi tentang cara berpikir—berani mengambil peluang, siap menghadapi risiko, dan mampu menciptakan nilai. Siswa harus mulai melihat diri mereka sebagai calon pencipta lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Edy Bagya menekankan bahwa perkembangan teknologi digital membuka peluang yang sangat luas bagi generasi muda untuk memulai bisnis.

“Di era sekarang, siapapun bisa memulai usaha dari nol dengan memanfaatkan platform digital. Kuncinya adalah konsistensi, kreativitas dan keberanian untuk mencoba. Anak muda hari ini punya peluang lebih besar dibanding generasi sebelumnya,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga dorongan motivasi untuk mulai merancang langkah nyata dalam dunia usaha.

Interaksi langsung dengan para praktisi bisnis menjadi nilai tambah tersendiri yang mampu memperkuat kepercayaan diri siswa dalam menghadapi dunia pasca sekolah.

Program “HIPMI Goes to School” juga menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan terjadi percepatan dalam membangun generasi muda yang produktif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi.

Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan di lingkungan sekolah, sekaligus memperkuat peran pelajar sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi nasional.

Dengan semangat “Dari Sekolah ke Bisnis”, generasi muda di Kendal diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Red)

 

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like