Semarang Pertahankan Posisi ke 3 Indeks Kota Toleran se-Indonesia 2025

- Penulis

Kamis, 23 April 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kota Semarang kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan mempertahankan peringkat ketiga dalam Indeks Kota Toleran (IKT) 2025.

Dengan skor 6,160, capaian ini menandai konsistensi Semarang selama dua tahun berturut-turut berada di jajaran tiga besar kota paling toleran di Indonesia.

Ketua FKUB Kota Semarang Drs.H. Mustam Aji, M.Si menuturkan, capaian tersebut merupakan indikator kuat keberhasilan tata kelola toleransi di Kota Semarang, dengan jumlah penduduk lebih dari 1,7 juta jiwa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan bahwa konsistensi ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan progresif yang dirancang untuk memperkuat nilai-nilai keberagaman dan kehidupan sosial yang harmonis.

Kyai Mustam, sapaannya, juga menuturkan, Pemerintah Kota Semarang dinilai berhasil membangun fondasi regulasi yang kokoh melalui sejumlah produk hukum strategis.

“Di antaranya Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Hak Asasi Manusia, Peraturan Wali Kota Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pemantapan Wawasan Kebangsaan melalui Literasi Pancasila, “ujarnya, seperti disampaikan langsung dari Hotel Artotel Mangkuluhur, Jakarta Selatan, Rabu (22/4).

Baca Juga :  Launching Kursus Bahasa: Dongkrak Kemampuan Berbahasa Asing Santri

Ia juga menambahkan, Peraturan Wali Kota Nomor 48 Tahun 2024 tentang Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme.

“Tak hanya itu, penguatan kelembagaan juga dilakukan melalui Keputusan Wali Kota Nomor 200.1/1022 Tahun 2024 tentang pembentukan kelompok kerja rencana aksi daerah dalam pencegahan ekstremisme, “imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris FKUB Syarif Hidayatullah, M.Si menambahkan bahwa kombinasi antara regulasi berbasis HAM dan strategi pencegahan ekstremisme ini menunjukkan adanya integrasi yang kuat dari hulu hingga hilir dalam tata kelola toleransi di Kota Semarang.

“Implementasi kebijakan tersebut turut didukung oleh komitmen politik pemerintah daerah, termasuk dalam hal alokasi anggaran untuk program-program pemajuan toleransi, “tambahnya.

Syarif juga menambahkan, pesan tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai, penolakan terhadap ujaran kebencian, serta penguatan semangat Kebinekaan terus digaungkan secara konsisten oleh pimpinan daerah.

Sementara itu, terkait atas prestasi yang diraih FKUB Kota Semarang, mereka turut menyampaikan rasa syukurnya atas capaian tersebut. Syarif menegaskan bahwa mempertahankan posisi di tiga besar bukanlah hal yang mudah.

Baca Juga :  Indonesia Juara Asia Tinggal Waktu: Jepang Akui Era Baru Futsal Garuda

“Kami sangat bersyukur Kota Semarang masih menempati peringkat ke-3. Untuk bisa masuk 10 besar saja sudah merupakan upaya yang luar biasa dalam merajut kerukunan dan toleransi, termasuk dalam memenuhi berbagai regulasi yang dipersyaratkan,” ujarnya.

Syarif juga menambahkan bahwa persaingan antar kota dalam mewujudkan toleransi semakin kuat setiap tahunnya.

“Peringkat pertama masih diraih oleh Salatiga, disusul Singkawang di posisi kedua. Semua daerah tentu berpacu untuk mencapai predikat kota toleran di tahun 2025,” tambahnya.

Lebih dari sekadar kebijakan formal, ekosistem toleransi di Semarang juga tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai inklusivitas tercermin dalam berbagai ruang sosial warga, aktivitas lintas komunitas, hingga aksi-aksi kemanusiaan yang memperkuat solidaritas antar kelompok.

Dengan capaian ini, Kota Semarang tidak hanya mempertahankan posisinya secara statistik, tetapi juga mempertegas dirinya sebagai kota yang mampu merawat harmoni di tengah keberagaman. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB