Bukan Sekadar Wacana, FORPELA Dorong Perempuan Semarang Jadi Garda Depan Toleransi

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Ngomongin toleransi ternyata nggak cukup hanya di wacana. Harus ada gerakan nyata. Itu yang coba didorong Forum Perempuan Lintas Agama (FORPELA) Kota Semarang bareng Kesbangpol lewat seminar bertema “Signifikansi Ormas Perempuan dalam Pembangunan Kota yang Toleran dan Inklusif” di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Selasa (28/4).

Acara ini jadi ajang kumpul sekaligus kolaborasi perempuan lintas agama buat memperkuat peran mereka dalam membangun kota yang adem, rukun, dan adil buat semua.

Ketua panitia, Suyatmi Nengah, S.Sos., menjelaskan kalau FORPELA sudah aktif sejak 2021 sebagai ruang berkumpul perempuan dari enam agama, dan resmi dibentuk pada 2026. “Ini bukan sekadar forum, tapi ruang bareng untuk bergerak,” kira-kira begitu semangatnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seminar ini juga dihadiri berbagai organisasi perempuan, baik yang tergabung dalam GOW maupun komunitas independen di Semarang.

Perwakilan FKUB Kota Semarang, Prof. Sulthon, M.Ag., menegaskan harapannya agar FORPELA bisa jadi motor penggerak perempuan dalam membangun kota yang harmonis.

Baca Juga :  Terungkap! Pacar Baru Artis Anggit Wp, Desti Purnamasari, Jadi Sorotan Netizen

Ia menyoroti pentingnya konsep inklusif—artinya, semua kelompok harus ikut merasakan dampak pembangunan, tanpa ada yang tertinggal.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua FKUB, I Nengah Wirta Darmayana, S.H., M.H. Menurutnya, toleransi itu bukan cuma soal menerima perbedaan, tapi juga menghormati tanpa diskriminasi.

Ia juga menekankan posisi penting perempuan sebagai “jembatan sosial”—mulai dari keluarga sampai masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Dr. Bambang Pramusinto, mengingatkan bahwa meski Semarang sudah tiga kali berturut-turut masuk kota tertoleran nomor tiga, kerja belum selesai.

“Masih bisa ditingkatkan, apalagi lewat peran aktif di media sosial,” ujarnya.

Di sinilah FORPELA jadi penting. Perempuan dinilai punya peran besar dalam pemberdayaan masyarakat, perlindungan sosial, sampai menciptakan ruang publik yang aman dan setara.

Ketua FORPELA, Prof. Dr. Hj. Arikhah, M.Ag., bahkan menegaskan kalau organisasi perempuan bukan sekadar pelengkap. “Justru mereka penggerak utama perubahan sosial,” tegasnya.

Baca Juga :  PKK Jateng Berganti Kepemimpinan, Nawal Yasin Puji Capaian Shinta Nana Sudjana

Dengan jumlah perempuan yang mencapai lebih dari separuh populasi dan adanya 29 organisasi perempuan di Semarang, potensi untuk membangun budaya toleransi dan pemberdayaan dinilai sangat besar.

FORPELA sendiri punya visi membentuk perempuan yang toleran, cerdas, santun, mandiri, dan menjunjung tinggi moderasi beragama serta budaya.

Forum ini juga ingin jadi ruang perjumpaan lintas agama untuk memperkuat dialog dan perdamaian, baik di level lokal maupun nasional.

Di sesi diskusi, obrolan makin seru. Peserta mengangkat berbagai isu nyata—dari toleransi dalam keluarga, peran anak muda, tantangan media sosial, sampai konflik pendirian rumah ibadah.

Kesimpulannya? Toleransi harus terus dirawat lewat dialog, edukasi lintas agama, dan penyebaran konten positif di dunia digital.

Lewat seminar ini, FORPELA menegaskan diri sebagai partner strategis Pemkot Semarang untuk mendorong kota yang makin inklusif, damai, dan berkeadaban. Karena pada akhirnya, toleransi bukan cuma slogan—tapi aksi nyata. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Berita ini 33 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB