Sedekah Bumi Kini: Tradisi yang Salah Isi?

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: Arak-arakan pada tradisi sedekah bumi di Jawa Tengah. (Dok Pinterest)

POV: Arak-arakan pada tradisi sedekah bumi di Jawa Tengah. (Dok Pinterest)

Oleh: Ali Achmadi, praktisi pendidikan, peminat masalah sosial, tinggal di Kabupaten Pati

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Dulu, sedekah bumi identik dengan tumpeng. Dengan doa. Dengan warga yang berkumpul penuh hormat. Sekarang, di banyak tempat, identiknya berubah. Karnaval jalanan. Sound horeg. Tim tari. Pemuda kampung larut berjoget di antara mereka.

Truk-truk besar masuk kampung. Speaker ditumpuk seperti benteng perang. Bass dihajar tanpa belas kasihan. Jalan desa bergetar. Bayi menangis. Orang tua menutup telinga. Panitia bangga. Katanya meriah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu, datang rombongan penari. Dengan pakaian makin irit bahan. Dengan gerakan yang jauh dari makna sedekah bumi. Penonton berjubel. Kamera ponsel terangkat. Sorak-sorai pecah. Katanya hiburan rakyat.

Baca Juga :  Mengapa Ipin-Upin Tampil dengan Kepala Botak? Ini Alasannya!

Ukuran hebat kini berubah. Semakin keras suara sound, semakin sukses acara. Semakin tinggi rok penari, semakin ramai penonton. Semakin heboh jogetan, semakin bangga panitia.

Soal nilai budaya, nanti saja. Soal makna syukur, belakangan. Soal adab, dianggap terlalu serius. Dulu orang datang mencari berkah. Sekarang datang mencari tontonan.

Dulu yang ditampilkan hasil bumi. Sekarang yang dipamerkan goyangan. Dulu warga pulang membawa rasa syukur. Sekarang pulang membawa video syur. Dari rasa syukur ke rasa ingin viral.

Tidak salah ingin meramaikan acara. Tidak salah memberi hiburan. Tapi kalau tradisi leluhur hanya dijadikan alasan untuk pesta tanpa arah, itu lain cerita.

Baca Juga :  Kultum Ramadhan: "Sampaikanlah MBG Walau Satu Butir Telur"

Tidak salah menghibur rakyat. Anak muda juga butuh ruang ekspresi. Tetapi ketika seluruh isi tradisi dikorbankan demi memuaskan selera sesaat, kita patut bertanya: yang dirawat ini budaya atau sekadar euforia?

Sedekah bumi lahir dari penghormatan pada tanah. Pada panen. Pada kehidupan. Bukan untuk lomba siapa paling bising. Bukan untuk adu siapa paling vulgar.

Kalau begini terus, anak cucu nanti akan mengenal sedekah bumi bukan sebagai warisan budaya. Tapi sebagai hari ketika kampung macet, telinga pekak, dan akal sehat parkir sebentar. Sedekah bumi masih ada. Jadwalnya tetap jalan. Hanya, rohnya entah kemana. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 45 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB