Bank Dunia Naikkan Vietnam dan Filipina ke Level Negara Menengah Atas, Indonesia Masih Gigit Jari?

"Vietnam dan Filipina resmi naik kelas berkat pertumbuhan ekonomi yang moncer. Sementara itu, Indonesia masih harus berjuang memperkuat investasi, ekspor, dan reformasi agar tidak tertinggal."

- Penulis

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Asia Tenggara makin ramai negara yang naik kelas. Kali ini, Vietnam dan Filipina resmi dipromosikan oleh Bank Dunia menjadi negara berpendapatan menengah atas setelah mencatat pertumbuhan ekonomi yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Kabar ini langsung jadi sorotan karena status baru tersebut diyakini bisa bikin kepercayaan investor makin tinggi. Artinya, dua negara itu berpeluang menarik lebih banyak investasi dan memperkuat daya saing di kawasan.

Dilansir The Straits Times, per 1 Juli, kini lima kekuatan ekonomi utama Asia Tenggara sudah berada di level menengah atas atau bahkan lebih tinggi, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Vietnam sendiri sudah bertahan di kelompok negara berpendapatan menengah bawah sejak 2009.

Sementara Filipina bahkan sudah berada di kategori itu sejak akhir 1980-an sebelum akhirnya sukses naik level tahun ini.

Menurut Bank Dunia, keberhasilan Vietnam ditopang model ekonomi berbasis ekspor yang terus melesat.

Di sisi lain, pertumbuhan Filipina dinilai lebih merata karena tidak bergantung pada satu sektor saja, melainkan didorong transformasi ekonomi secara menyeluruh.

Hasilnya pun terlihat. Pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita Vietnam pada 2025 mencapai US$4.970, sedangkan Filipina US$4.850.

Angka itu sudah melewati ambang batas Bank Dunia sebesar US$4.636 untuk masuk kategori negara berpendapatan menengah atas.

Baca Juga :  Capai Laba Rp3,4 triliun dan Tumbuh 20,28 Persen, Direktur Utama: BSI Mampu Bersaing dan Unggul

Menteri Perencanaan Ekonomi Filipina, Arsenio Balisacan, mengatakan capaian tersebut diraih meski negaranya dihantam berbagai tantangan global maupun domestik.

Menurutnya, pemerintah tetap fokus menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Vietnam pun tak mau berhenti. Negara itu kini membidik pertumbuhan ekonomi dua digit pada 2026 melalui reformasi yang lebih ramah investasi dan pembangunan infrastruktur besar-besaran.

Meski begitu, jalan Filipina ke depan juga tidak sepenuhnya mulus. Pemerintahnya bahkan memangkas target pertumbuhan ekonomi 2026–2030 akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta dampak cuaca ekstrem El Nino.

Tak hanya Vietnam dan Filipina, Bank Dunia juga menaikkan status Yordania, Mikronesia, dan Sri Lanka ke kelompok negara berpendapatan menengah atas. Sebaliknya, Togo turun ke kategori menengah bawah.

Secara global, jumlah negara berpendapatan rendah juga terus menyusut. Bank Dunia mencatat porsinya kini tinggal sekitar 11 persen, jauh lebih kecil dibanding 30 persen pada 1987.

Namun, naik kelas ternyata bukan tanpa konsekuensi. Negara dengan pendapatan lebih tinggi biasanya mulai kehilangan akses terhadap pinjaman pembangunan berbunga rendah yang selama ini digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur maupun program sosial.

Ekonom Union Bank of the Philippines, Ruben Carlo Asuncion, menilai kondisi tersebut merupakan konsekuensi logis. Semakin tinggi level pendapatan sebuah negara, semakin besar pula tuntutan untuk membiayai pembangunan secara mandiri.

Baca Juga :  Berlangsung Meriah, PC PGRI Pagerageung Bangun Sinergitas Anggota Lewat Acara Halal Bihalal

Balisacan pun mengakui bantuan pembangunan resmi (ODA) kemungkinan akan berkurang.

Namun ia optimistis hal itu akan tertutupi oleh meningkatnya kepercayaan investor, akses pasar yang lebih luas, dan fondasi ekonomi yang semakin kuat.

Meski sukses naik kelas, Filipina juga mengingatkan bahwa pekerjaan rumah belum selesai. Ketimpangan pendapatan dan persoalan kemiskinan masih menjadi tantangan besar yang harus dibereskan.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

Dalam laporan Indonesia Economic Prospects 2026, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,0 persen pada 2026.

Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 5,2 persen pada 2027–2028 apabila kondisi global membaik dan reformasi struktural berjalan lebih cepat.

Untuk sementara, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih banyak ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan percepatan belanja pemerintah.

Konsumsi masyarakat diperkirakan tumbuh sekitar 5 persen, sedangkan belanja pemerintah berpotensi melonjak hingga 8,7 persen.

Meski begitu, Bank Dunia mengingatkan bahwa mengandalkan belanja pemerintah saja tidak cukup.

Indonesia tetap perlu mempercepat reformasi, memperkuat investasi, dan meningkatkan daya saing ekspor agar mampu mengejar negara-negara tetangga yang kini sudah lebih dulu naik kelas. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT
GEMABUDHI Blitar Gelar Puja Uposatha Bulan Gelap di Candi Kalicilik
Patriot Bond Digugat ke MK, Pemerintah Siap Turunkan Tim Ahli Hukum
Mahfud MD Soroti Kasus Febrie: Jangan Sampai Penegakan Hukum Jadi Ajang Kompromi Politik
Sambut HUT RI Ke-81, Karang Taruna Hilimbowo Sulap Lapangan A2CS Jadi Pusat Semangat Kebersamaan
Lagi-Lagi, Pebalap Muda Indonesia Juara! Kiandra Ramadhipa Bikin Indonesia Raya Bergema di Jerman
Bagaimana Jika Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dihukum Mati Saja?
Ketika MK Menutup Pintu Pilkada via DPRD
Berita ini 19 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:54 WIB

Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:39 WIB

GEMABUDHI Blitar Gelar Puja Uposatha Bulan Gelap di Candi Kalicilik

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:31 WIB

Patriot Bond Digugat ke MK, Pemerintah Siap Turunkan Tim Ahli Hukum

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:47 WIB

Mahfud MD Soroti Kasus Febrie: Jangan Sampai Penegakan Hukum Jadi Ajang Kompromi Politik

Senin, 13 Juli 2026 - 18:05 WIB

Sambut HUT RI Ke-81, Karang Taruna Hilimbowo Sulap Lapangan A2CS Jadi Pusat Semangat Kebersamaan

Berita Terbaru