Capai Laba Rp3,4 triliun dan Tumbuh 20,28 Persen, Direktur Utama: BSI Mampu Bersaing dan Unggul

- Penulis

Rabu, 4 September 2024 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan kinerja keuangan yang sangat impresif pada kuartal II 2024. Per Juni 2024, laba bersih BSI mencapai Rp 3,4 triliun, tumbuh 20,28 persen secara tahunan, menjadikan perseroan menorehkan pertumbuhan tertinggi di antara top 10 bank di Indonesia.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, perseroan berhasil menjaga kinerja keuangan dan bisnis secara sehat dan berkualitas sepanjang kuartal II tahun 2024, di tengah makroekonomi cukup menantang yang ditandai dengan naiknya suku bunga acuan seperti BI Rate yang naik ke level 6,25 persen pada awal kuartal II 2024 untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

“Alhamdulillah, pertumbuhan BSI dalam berbagai indikator utama, seperti aset, DPK, laba bersih, dan rasio CASA, merupakan yang tertinggi di industri perbankan nasional. Prestasi ini adalah bukti bahwa BSI sebagai bank syariah mampu bersaing dan unggul di tengah dinamika industri yang semakin kompetitif. Pertumbuhan yang konsisten di berbagai aspek ini juga mencerminkan solidnya kinerja BSI yang berkelanjutan,” kata Hery.

Menurut Hery, capaian kinerja tersebut antara lain buah dari konsistensi manajemen menerapkan strategi bisnis perusahaan untuk fokus tumbuh sustain pada segmen ritel, konsumer dan UMKM, baik dari sisi dana maupun pembiayaan.

“Sejak berdiri, BSI sudah sangat serius untuk menggarap UMKM. Terbukti, kita sudah membangun empat UMKM Center yang ada di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Ke depan jumlahnya akan bertambah. Kita juga sudah banyak membantu UMKM naik kelas. Tidak hanya mampu eksis di lokal, tapi juga internasional,” ujar Hery.

Melansir Kompas, Rabu (4/9/2024), BSI juga dikatakan aktif dalam mengimplementasikan prinsip environment, social and governance (ESG). Selain dengan membentuk unit kerja tersendiri yang menangani ESG, upaya lain berupa pembiayaan berkelanjutan yang mencapai Rp 61,1 triliun yang didominasi pembiayaan UMKM sebesar Rp 47,7 triliun.

Sedangkan pembiayaan sektor hijau didominasi produk eco-efficient Rp 6,2 triliun, proyek eco-green Rp 5,9 triliun dan energi terbarukan Rp 0,7 triliun. BSI juga menerbitkan sustainability sukuk yang merupakan sukuk mudharabah pertama yang diterbitkan bank syariah di Indonesia.

Baca Juga :  Timnas Indonesia Tunduk dari China, Laga Berakhir 1-2

Selain indikator kinerja tersebut, jumlah pengguna BSI Mobile ikut pula melonjak menjadi 7,12 juta orang, naik 32,04 persen. BSI juga agresif meningkatkan Merchant QRIS untuk transaksi pembayaran dan untuk menjangkau masyarakat yang berada di daerah yang belum terdapat layanan bank, BSI Agen siap melayani kebutuhan nasabah mulai dari tarik tunai, transfer dan juga pembayaran lainnya.

Hingga Juni 2024, jumlah BSI Agen mencapai 102 ribu di seluruh Indonesia. Menjamurnya BSI Agen membuktikan bahwa minat masyarakat bertransaksi syariah meningkat yang berdampak positif untuk pembukaan lapangan kerja baru melalui profesi BSI Agen.

Kontribusi lainnya dari BSI bagi masyarakat terlihat pula dari program spiritual dan sosial perseroan. Sejak merger hingga Juni 2024, BSI dapat menghimpun Zakat Perusahaan sebesar Rp545 miliar, Zakat Pegawai sebesar Rp116 miliar, serta Zakat Nasabah dan Umum sebesar Rp124 miliar.

Penyaluran manfaat dana zakat dilakukan oleh BSI bekerja sama dengan pihak ketiga, kepada sejumlah sektor baik ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, kesehatan, dan keagamaan. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura
Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”
Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah
Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama
Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:03 WIB

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”

Minggu, 27 September 2026 - 11:44 WIB

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 September 2026 - 09:31 WIB

Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Berita Terbaru

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB