SUARAMUDA.NET, MANGGARAI TIMUR —Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Katolik Indonesia st. Paulus Ruteng yang ditempatkan di Desa Poco Ri’i, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, mencanangkan program budidaya sayuran sebagai upaya mengentaskan masalah stunting di desa tersebut.
Program ini digagas oleh Kelompok 12 yang beranggotakan delapan mahasiswa, bekerja sama dengan kaum muda setempat agar pelaksanaannya berjalan lancar.
Koordinator mahasiswa, Ermelinda Leni, mengatakan program budidaya sayur ini memberi manfaat timbal balik baik bagi mahasiswa maupun masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ajang belajar bersama karena para peserta berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menurut saya, program budidaya sayur sangat baik bagi kita dan masyarakat, karena kita belajar hal yang baru, dilihat dari latar belakang kita yang berbeda-beda,” ujar Ermelinda, Sabtu, (18 Juli 2026)
Untuk mendukung pelaksanaan program, mahasiswa telah menyiapkan sejumlah kebutuhan dasar. “Yang sudah kami siapkan yaitu benih sayur, pupuk, dan lahan,” jelasnya.
Ermelinda berharap program ini tidak berhenti begitu masa KKN mahasiswa berakhir, melainkan terus dilanjutkan oleh masyarakat secara mandiri. Ia juga menilai budidaya sayur berpotensi menjadi sumber peningkatan ekonomi warga apabila dikelola dengan baik.
“Harapan saya, budidaya sayur ini terus berlanjut oleh masyarakat walaupun KKN sudah selesai. Budidaya sayur ini juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, jika dikelola dengan baik,” tuturnya.
Senada dengan Ermelinda, Iki Berdin, mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan yang juga tergabung dalam Kelompok 12, menyatakan bahwa KKN ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat, terutama dalam upaya mengentaskan stunting.
“KKN ini sebagai suatu kesempatan bagi kami sebagai mahasiswa untuk berkontribusi terhadap masyarakat, terutama dalam mengentaskan stunting ini. KKN ini juga sebagai wadah bagi para mahasiswa untuk belajar dengan masyarakat dan menambah ilmu baru,” ujarnya.
Program budidaya sayuran ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi persoalan gizi masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan warga Desa Poco Ri’i. (Red)
Penulis : Zello Bertholomeus
Editor : DT Atmaja













Komentar