SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menggelar Forum Kebangsaan bertajuk “Mencari Jalan Keluar Krisis Kebangsaan: Perspektif Ekonomi, Pendidikan, Keamanan, Geopolitik, dan Aktivisme” di Aula Buya Hamka, FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA), Jakarta, Senin (6/7).
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi lintas sektor yang mempertemukan pemerintah, akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk membahas berbagai tantangan kebangsaan serta merumuskan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan bangsa.
Forum menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Budiman Sudjatmiko, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, dan Dr. Stepi Andriani, Pemerhati Intelijen dan Keamanan Nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir pula Amirullah, S.Pd.I., M.A., Wakil Dekan IV FKIP UHAMKA, serta Hafizul Mizan, Direktur Eksekutif Cyrus Network, yang memberikan pandangan dari perspektif pendidikan dan dinamika politik nasional.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza, menyampaikan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari persoalan ekonomi, perubahan geopolitik, keamanan nasional, hingga transformasi sosial akibat perkembangan teknologi.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan ruang dialog yang mampu mempertemukan berbagai perspektif agar lahir solusi yang komprehensif dan berpihak pada kepentingan bangsa.
“Forum Kebangsaan ini merupakan ikhtiar DPP IMM untuk menghadirkan ruang diskusi yang produktif. IMM tidak hanya ingin menjadi organisasi yang kritis terhadap berbagai persoalan bangsa, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan rekomendasi yang dapat menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” ujar Riyan.
Pada sesi pertama, Budiman Sudjatmiko menyoroti pentingnya percepatan pengentasan kemiskinan sebagai fondasi dalam membangun ketahanan nasional.
Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan pemerataan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi desa, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Dr. Stepi Andriani memaparkan materi bertajuk “Rekonstruksi Keamanan Nasional di Era Disrupsi.”
Ia menjelaskan bahwa ancaman terhadap bangsa saat ini tidak lagi terbatas pada aspek pertahanan militer, tetapi juga mencakup ancaman nonkonvensional seperti perang informasi, disinformasi, ancaman siber, polarisasi sosial, hingga dinamika geopolitik global.
Menurutnya, penguatan ketahanan nasional harus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, dan generasi muda.
Forum berlangsung secara interaktif dengan diikuti kader IMM, mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum. Berbagai isu strategis mengenai ekonomi, pendidikan, keamanan, geopolitik, dan peran aktivisme mahasiswa menjadi pembahasan utama dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Melalui Forum Kebangsaan ini, DPP IMM berharap lahir berbagai gagasan dan rekomendasi yang dapat memperkuat pembangunan nasional sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan kebangsaan di era disrupsi.
Kegiatan ini juga menegaskan komitmen IMM sebagai organisasi kader yang terus mendorong tradisi intelektual, dialog, dan kolaborasi dalam menjaga persatuan serta memperkuat ketahanan bangsa. (Red)













Komentar