SUARAMUDA.NET, PASURUAN — Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yang tergabung dalam Kelompok 3 Bina Desa Desa Kalipucang menggelar sosialisasi pembuatan Edible Water Soluble Packaging berbasis pati di Balai Desa Kalipucang, Kamis, 21 Mei 2025.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut menjadi salah satu program kerja dalam pelaksanaan Bina Desa yang berlangsung selama satu bulan di Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.
Program yang diinisiasi oleh mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Sains, Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Mesin ini mengangkat inovasi cetak biru kemasan masa depan berupa edible packaging, kemasan fungsional yang sepenuhnya larut dan aman untuk dikonsumsi, berbahan dasar pati tanaman lokal.
Inovasi ini dirancang sebagai solusi konkret terhadap permasalahan lingkungan sekaligus peluang peningkatan nilai ekonomi bagi pelaku UMKM di desa.
Selama ini, realita keras penggunaan plastik sekali pakai menjadi tantangan lingkungan yang masif karena membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk terurai secara alami, mencemari ekosistem sungai dan laut, serta mengancam kesehatan makhluk hidup melalui polusi mikroplastik.
Melalui program ini, mahasiswa memperkenalkan alternatif kemasan dari pati, seperti tepung tapioka atau jagung yang melimpah dan ekonomis.
Kemasan berbasis pati ini memiliki keunggulan revolusioner karena mampu larut cepat dalam hitungan menit di air panas atau terurai menjadi kompos organik dalam hitungan hari di tanah tanpa menghasilkan polusi toksik.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 32 warga Desa Kalipucang. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan presentasi interaktif mengenai bahaya sampah plastik, pengenalan konsep edible packaging, anatomi bahan dan peralatan dasar, prinsip sains gelatinisasi di balik proses pemanasan, hingga alur produksi skala UMKM untuk produk komersial seperti sachet Kopi Nusantara.
Jalannya acara berlangsung sangat interaktif dengan adanya sesi tanya jawab antara mahasiswa dan warga desa.
Selain pemaparan materi, warga turut menyaksikan secara langsung demonstrasi pembuatan lembaran film fungsional edible packaging serta aplikasinya untuk membungkus produk kopi.
Kemasan fungsional ini dibuat menggunakan bahan utama berupa pati atau tapioka sebagai penyusun struktur utama, air sebagai pelarut universal, serta gliserol (plasticizer) untuk memberikan sifat elastis agar lembaran film kuat dan tidak mudah robek.
Proses pembuatannya meliputi pencampuran komponen kering dan basah secara presisi, dilanjutkan dengan pemanasan di atas kompor sambil diaduk konstan.
Pengadukan konstan ini memanfaatkan prinsip sains di mana panas membantu butiran pati menyerap air dan saling mengikat (proses gelatinisasi) guna mencapai homogenitas adonan tanpa gumpalan.
Adonan kental tersebut kemudian dituang ke cetakan datar dan didinginkan hingga mengering menjadi lembaran film transparan yang halus menyerupai plastik tipis konvensional, yang siap direkatkan (di-seal) menjadi sachet fleksibel.
Hasil akhir kemasan dirancang untuk memiliki ketahanan simpan di udara terbuka namun larut dengan cepat saat bersentuhan dengan air panas. Antusiasme warga memuncak selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi demonstrasi pengujian produk Kopi Nusantara yang dikemas menggunakan sachet pati tersebut.
Saat sachet kopi dimasukkan seutuhnya ke dalam cangkir dan diseduh dengan air panas, kemasan tersebut langsung larut sempurna menjadi bagian dari minuman tanpa mengubah cita rasa asli kopinya.
Salah satu warga yang hadir mengaku takjub dengan inovasi kemasan masa depan ini karena dinilai sangat praktis, unik, dan berpotensi meningkatkan harga jual komoditas lokal.
“Produk ini menarik sekali dan sangat inovatif. Saya tertarik untuk mencoba buat di rumah karena bahan-bahannya cukup mudah didapat, bisa dimakan se-plastik plastiknya dan tidak beresiko untuk kesehatan, ”ujarnya.
Program ini secara jangka panjang diarahkan untuk mendukung pengembangan UMKM desa melalui integrasi produk lokal, khususnya komoditas kopi Desa Kalipucang dengan kemasan ramah lingkungan yang memberikan daya tarik premium.
Pendampingan yang berkelanjutan kepada warga diharapkan mampu mendorong keberlanjutan produksi sehingga produk Edible Water Soluble Packaging berbasis pati dapat berkembang menjadi salah satu produk kemasan khas dari Desa Kalipucang.
Melalui kegiatan Bina Desa ini, mahasiswa berharap inovasi teknologi ramah lingkungan berbasis potensi lokal ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan warga desa dalam menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan. (Red)
Penulis: Allegra Jethro Eleazar Davita, Irham Muzakkiyan Nawa, Nadya Aulia Firdaus, Angely Christin Sinaga, Aisyah Alifatul Zahidah Rohmah, S.T., M.T., Prof. Dr. Ir. Srie Muljani, M.T., dan Ika Nawang Puspitawati, S.T., M.T., Mahasiswa dan Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur.