SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Ketegangan di Selat Hormuz lagi panas-panasnya, dan dampaknya langsung terasa ke Indonesia. Kapal tanker RI yang belum bisa melintas bikin publik bertanya-tanya: sebenarnya ada apa?
Di tengah spekulasi yang makin liar, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi akhirnya buka suara.
Ia memastikan satu hal penting: Selat Hormuz tidak ditutup! Tapi… situasinya memang jauh dari kata normal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Boroujerdi, jalur laut super strategis itu masih beroperasi. Hanya saja, sekarang semua kapal harus “main aman” dengan protokol keamanan ekstra ketat karena kondisi kawasan yang lagi tegang.
“Selat Hormuz tidak tertutup. Iran sejak lama berperan menjaga keamanan di wilayah ini,” tegasnya dalam wawancara.
Lalu kenapa kapal tanker Indonesia masih tertahan?
Ternyata, bukan karena diblokir. Boroujerdi menyebut ada faktor teknis dan penyesuaian keamanan yang bikin proses pelayaran jadi lebih rumit dari biasanya. Singkatnya, jalurnya buka, tapi nggak bisa sembarangan lewat.
Ia juga menyinggung bahwa situasi panas ini tidak lepas dari dinamika global, termasuk tekanan dan konflik yang melibatkan pihak luar terhadap Iran.
Jadi, ini bukan sekadar kebijakan lokal, tapi efek domino geopolitik. Meski begitu, ada kabar yang sedikit melegakan.
Iran tetap membuka akses bagi negara-negara yang punya hubungan baik — termasuk Indonesia — asalkan ada komunikasi dan koordinasi yang jelas.
“Yang penting komunikasi dan negosiasi. Kalau itu dilakukan, izin bisa diberikan,” jelasnya.
Artinya, nasib kapal tanker RI kini sangat bergantung pada jalur diplomasi. Kalau komunikasi lancar, peluang melintas tetap terbuka.
Di tengah situasi global yang makin panas, Selat Hormuz kembali jadi panggung krusial — dan Indonesia ikut merasakan getarannya. (Red)













Komentar