AS Mendadak Cabut dari Puluhan Lembaga PBB, Ada Drama Apa di Baliknya?

- Penulis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: wordpress.com

Gambar: wordpress.com

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kabar panas datang dari Washington! Amerika Serikat tiba-tiba menarik diri dari lebih dari 60 organisasi internasional, termasuk sejumlah badan penting PBB yang ngurusin isu krusial seperti perubahan iklim sampai kependudukan.

Langkah besar ini langsung menggegerkan dunia setelah Presiden Donald Trump meneken perintah eksekutif pada Rabu (8/1/2026) waktu setempat.

Satu dokumen, dan boom!—66 organisasi internasional langsung kena suspend dukungan dari negara adidaya tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ekstrem ini sejatinya bukan tanpa sinyal. Trump sebelumnya sudah meminta pemerintahannya untuk melakukan “audit besar-besaran” terhadap seluruh keterlibatan AS di organisasi multilateral.

Baca Juga :  Pemuda Indonesia Gaungkan Diplomasi Budaya dan Persatuan di Forum Internasional Rusia

Intinya, Washington ingin mengecek apakah dukungan ekonomi dan politik yang mereka berikan dianggap “menguntungkan” bagi kepentingan nasional mereka atau tidak.

Secara geopolitik, keputusan ini bikin banyak pihak garuk kepala. Kenapa? Karena PBB selama ini jadi forum utama kerja sama dunia. Jika AS cabut dari banyak badan penting, otomatis panggung multilateral bisa jadi timpang.

Lebih gawat lagi, ada potensi kekuatan negara lain—terutama yang sedang naik daun—mengisi kekosongan itu.

Baca Juga :  Islamofobia Meningkat, Mengapa Orang-orang di AS dan Barat Membenci Umat Muslim?

Dari sisi ekonomi global, efeknya bisa lebih besar lagi. AS adalah kontributor dana paling jumbo buat berbagai program PBB.

Saat Washington menarik dompetnya, bukan cuma operasi lembaga yang terganggu, tapi juga keseimbangan pengaruh di dalam tubuh PBB bisa berubah total.

Dengan kata lain: ini bukan hanya soal keluar-masuk organisasi. Ini soal siapa yang bakal paling berkuasa di meja perundingan dunia setelah AS memilih mundur beberapa langkah.

(RED)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ambisi Inggris di Arktika: Tantangan dari Skotlandia dan Risiko bagi Skandinavia
Wow! China Resmi Tanam Chip Otak Komersial Pertama di Dunia, Siap Saingi Neuralink Elon Musk?
Indonesia dan Armenia Perkuat Kemitraan Industri di Tengah Peringatan 34 Tahun Hubungan Diplomatik
Arktik sebagai Medan Perang Baru: Ketika Isu Lingkungan Jadi Alat Geopolitik
Menperin RI Gelar Rangkaian Pertemuan Bilateral di INNOPROM 2026 dengan Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Tatarstan
Kerennya China! Sudah Tanam 66 Miliar Pohon, Pertumbuhannya Malah Ngebut Kalahkan Hutan Alami
PM India Narendra Modi Sambangi Indonesia Pekan Depan, Temui Prabowo dan Kunjungi Yogyakarta
Diego Garcia Diperebutkan, Inggris dan AS Mulai Bersitegang Gara-Gara Chagos
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:02 WIB

Ambisi Inggris di Arktika: Tantangan dari Skotlandia dan Risiko bagi Skandinavia

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:58 WIB

Wow! China Resmi Tanam Chip Otak Komersial Pertama di Dunia, Siap Saingi Neuralink Elon Musk?

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:37 WIB

Indonesia dan Armenia Perkuat Kemitraan Industri di Tengah Peringatan 34 Tahun Hubungan Diplomatik

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:50 WIB

Arktik sebagai Medan Perang Baru: Ketika Isu Lingkungan Jadi Alat Geopolitik

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:41 WIB

Menperin RI Gelar Rangkaian Pertemuan Bilateral di INNOPROM 2026 dengan Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Tatarstan

Berita Terbaru