AS Mendadak Cabut dari Puluhan Lembaga PBB, Ada Drama Apa di Baliknya?

Gambar: wordpress.com

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kabar panas datang dari Washington! Amerika Serikat tiba-tiba menarik diri dari lebih dari 60 organisasi internasional, termasuk sejumlah badan penting PBB yang ngurusin isu krusial seperti perubahan iklim sampai kependudukan.

Langkah besar ini langsung menggegerkan dunia setelah Presiden Donald Trump meneken perintah eksekutif pada Rabu (8/1/2026) waktu setempat.

Satu dokumen, dan boom!—66 organisasi internasional langsung kena suspend dukungan dari negara adidaya tersebut.

Langkah ekstrem ini sejatinya bukan tanpa sinyal. Trump sebelumnya sudah meminta pemerintahannya untuk melakukan “audit besar-besaran” terhadap seluruh keterlibatan AS di organisasi multilateral.

Intinya, Washington ingin mengecek apakah dukungan ekonomi dan politik yang mereka berikan dianggap “menguntungkan” bagi kepentingan nasional mereka atau tidak.

Secara geopolitik, keputusan ini bikin banyak pihak garuk kepala. Kenapa? Karena PBB selama ini jadi forum utama kerja sama dunia. Jika AS cabut dari banyak badan penting, otomatis panggung multilateral bisa jadi timpang.

Lebih gawat lagi, ada potensi kekuatan negara lain—terutama yang sedang naik daun—mengisi kekosongan itu.

Dari sisi ekonomi global, efeknya bisa lebih besar lagi. AS adalah kontributor dana paling jumbo buat berbagai program PBB.

Saat Washington menarik dompetnya, bukan cuma operasi lembaga yang terganggu, tapi juga keseimbangan pengaruh di dalam tubuh PBB bisa berubah total.

Dengan kata lain: ini bukan hanya soal keluar-masuk organisasi. Ini soal siapa yang bakal paling berkuasa di meja perundingan dunia setelah AS memilih mundur beberapa langkah.

(RED)

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like