SUARAMUDA.NET, MOSKOW — Delegasi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam periode 27 April hingga 1 Mei 2026 melakukan kunjungan kerja ke Moskow, Federasi Rusia. Tujuan kunjungan ini adalah untuk memperkuat kerja sama bilateral di bidang regulasi penyiaran, media, dan teknologi informasi.
Kunjungan dipimpin oleh Ketua KPI Ubaidillah, dengan didampingi dua orang komisioner – Muhammad Hasrul Hasan dan Aliyah. Delegasi Indonesia mengadakan serangkaian pertemuan dengan mitra-mitra kunci Rusia, termasuk Kementerian Pengembangan Digital, Komunikasi, dan Media Massa Federasi Rusia, Layanan Federal untuk Pengawasan Komunikasi, Teknologi Informasi, dan Media Massa (Roskomnadzor), serta perwakilan dari media besar Rusia – RT, Rossiya Segodnya, dan Channel One.
Fokus utama dalam pembahasan meliputi pengawasan terhadap kepatuhan kode etik dalam penyiaran televisi dan radio, perlindungan anak dari konten berbahaya di lingkungan digital, serta pengembangan pendekatan bersama untuk melawan disinformasi.
Kedua pihak juga membahas prospek kerja sama teknis dan kemungkinan pertukaran program siaran antar lembaga penyiaran Indonesia dan Rusia.
Ketua KPI Ubaidillah dalam pernyataannya yang dirilis pada hari Minggu, 3 Mei, menekankan makna strategis kunjungan tersebut.
“Kami meyakini bahwa kerja sama internasional sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan global, terutama di tengah arus informasi digital yang deras dan kebutuhan untuk melindungi kepentingan publik, “ujar Ubaidillah.
Dia menambahkan, Rusia memiliki pengalaman yang kaya dalam regulasi media, dan pihaknya berupaya untuk belajar dari praktik mereka. Ubaidillah juga nenyebit bahwa Indonesia dan Rusia dapat saling memberikan banyak hal dalam menciptakan ruang media yang aman dan bertanggung jawab,
Di sisi lain, perwakilan Roskomnadzor menyatakan ketertarikan untuk menyelaraskan pendekatan regulasi antara kedua negara guna mencegah penyalahgunaan platform digital.
Para pembicara menegaskan niat untuk melanjutkan dialog dan dalam waktu dekat mulai menyusun rancangan nota kesepahaman.
Kunjungan kerja delegasi KPI ini berlangsung di tengah meningkatnya hubungan bilateral Rusia-Indonesia di berbagai bidang – dari perdagangan dan teknologi hingga pertahanan.
Dalam dua tahun terakhir, kedua negara juga memperkuat dialog di bidang ekonomi digital dan transformasi lanskap media.
Bagi Indonesia, kerja sama dengan Rusia membuka akses terhadap sumber-sumber alternatif kemitraan teknologi di sektor informasi, yang sejalan dengan doktrin politik luar negeri Jakarta yang berdasarkan prinsip diplomasi “bebas dan aktif”.
Bagi Rusia, Indonesia tetap menjadi salah satu mitra utama di Asia Tenggara yang berkepentingan untuk memperluas kehadiran konten media Rusia serta mengembangkan dialog regulasi yang saling menguntungkan.
Berdasarkan hasil kunjungan, KPI dan Roskomnadzor sepakat untuk menyiapkan rancangan nota kesepahaman yang akan mencakup bidang-bidang seperti pelatihan para ahli di bidang regulasi media, pertukaran praktik terbaik, serta magang bagi staf lembaga penyiaran Indonesia dan Rusia.
Selain itu, Komisi Penyiaran Indonesia berencana untuk merumuskan seperangkat rekomendasi guna memperkuat regulasi penyiaran digital di dalam negeri, yang didasarkan pada pengalaman yang diperoleh selama pertemuan di Moskow. Implementasi rencana ini diharapkan terlaksana hingga akhir tahun 2026. (Red)