Delegasi Komisi Penyiaran Indonesia Kunjungi Moskow untuk Perkuat Kerja Sama dengan Roskomnadzor dan Media Rusia

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, MOSKOW — Delegasi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam periode 27 April hingga 1 Mei 2026 melakukan kunjungan kerja ke Moskow, Federasi Rusia. Tujuan kunjungan ini adalah untuk memperkuat kerja sama bilateral di bidang regulasi penyiaran, media, dan teknologi informasi.

Kunjungan dipimpin oleh Ketua KPI Ubaidillah, dengan didampingi dua orang komisioner – Muhammad Hasrul Hasan dan Aliyah. Delegasi Indonesia mengadakan serangkaian pertemuan dengan mitra-mitra kunci Rusia, termasuk Kementerian Pengembangan Digital, Komunikasi, dan Media Massa Federasi Rusia, Layanan Federal untuk Pengawasan Komunikasi, Teknologi Informasi, dan Media Massa (Roskomnadzor), serta perwakilan dari media besar Rusia – RT, Rossiya Segodnya, dan Channel One.

Fokus utama dalam pembahasan meliputi pengawasan terhadap kepatuhan kode etik dalam penyiaran televisi dan radio, perlindungan anak dari konten berbahaya di lingkungan digital, serta pengembangan pendekatan bersama untuk melawan disinformasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua pihak juga membahas prospek kerja sama teknis dan kemungkinan pertukaran program siaran antar lembaga penyiaran Indonesia dan Rusia.

Baca Juga :  Kapal Perang AS Nongol di Selat Malaka, Ada Apa Sebenarnya?

Ketua KPI Ubaidillah dalam pernyataannya yang dirilis pada hari Minggu, 3 Mei, menekankan makna strategis kunjungan tersebut.

“Kami meyakini bahwa kerja sama internasional sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan global, terutama di tengah arus informasi digital yang deras dan kebutuhan untuk melindungi kepentingan publik, “ujar Ubaidillah.

Dia menambahkan, Rusia memiliki pengalaman yang kaya dalam regulasi media, dan pihaknya berupaya untuk belajar dari praktik mereka. Ubaidillah juga nenyebit bahwa Indonesia dan Rusia dapat saling memberikan banyak hal dalam menciptakan ruang media yang aman dan bertanggung jawab,

Di sisi lain, perwakilan Roskomnadzor menyatakan ketertarikan untuk menyelaraskan pendekatan regulasi antara kedua negara guna mencegah penyalahgunaan platform digital.

Para pembicara menegaskan niat untuk melanjutkan dialog dan dalam waktu dekat mulai menyusun rancangan nota kesepahaman.

Kunjungan kerja delegasi KPI ini berlangsung di tengah meningkatnya hubungan bilateral Rusia-Indonesia di berbagai bidang – dari perdagangan dan teknologi hingga pertahanan.

Dalam dua tahun terakhir, kedua negara juga memperkuat dialog di bidang ekonomi digital dan transformasi lanskap media.

Baca Juga :  Menyibak Hubungan Trump vs Elon Musk: Dulu Mesra, Sekarang Rungkad?

Bagi Indonesia, kerja sama dengan Rusia membuka akses terhadap sumber-sumber alternatif kemitraan teknologi di sektor informasi, yang sejalan dengan doktrin politik luar negeri Jakarta yang berdasarkan prinsip diplomasi “bebas dan aktif”.

Bagi Rusia, Indonesia tetap menjadi salah satu mitra utama di Asia Tenggara yang berkepentingan untuk memperluas kehadiran konten media Rusia serta mengembangkan dialog regulasi yang saling menguntungkan.

Berdasarkan hasil kunjungan, KPI dan Roskomnadzor sepakat untuk menyiapkan rancangan nota kesepahaman yang akan mencakup bidang-bidang seperti pelatihan para ahli di bidang regulasi media, pertukaran praktik terbaik, serta magang bagi staf lembaga penyiaran Indonesia dan Rusia.

Selain itu, Komisi Penyiaran Indonesia berencana untuk merumuskan seperangkat rekomendasi guna memperkuat regulasi penyiaran digital di dalam negeri, yang didasarkan pada pengalaman yang diperoleh selama pertemuan di Moskow. Implementasi rencana ini diharapkan terlaksana hingga akhir tahun 2026. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:01 WIB

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Berita Terbaru