SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Jelang Hari Buruh Internasional alias May Day 2026, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) siap turun ke kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Mereka nggak datang dengan tangan kosong—ada 11 tuntutan yang bakal disuarakan ke pemerintah.
Presiden KSPI, Said Iqbal, bilang belasan tuntutan ini mewakili harapan buruh di seluruh Indonesia, baik ke pemerintah pusat maupun daerah.
“Intinya ada 11 isu yang ingin kita sampaikan di May Day nanti,” ujar Said dalam konferensi pers online, Rabu (29/4/2026).
Apa saja sih tuntutannya?
Pertama, buruh minta pemerintah segera merampungkan dan mengesahkan RUU Ketenagakerjaan yang baru. Kedua, mereka pengin sistem outsourcing dihapus dan praktik upah murah dihentikan. Istilahnya, “HOS: hapus outsourcing, TUM: tolak upah murah.”
Ketiga, KSPI juga mengingatkan pemerintah soal dampak konflik global yang bisa berujung PHK massal. Jadi, mereka minta ada langkah antisipasi sejak sekarang.
Masuk ke poin keempat, buruh mendorong reformasi pajak. Mulai dari menaikkan batas penghasilan tidak kena pajak jadi Rp7,5 juta, sampai menghapus pajak untuk THR, jaminan hari tua, pesangon, dan pensiun.
Kelima, mereka juga mendorong pengesahan RUU perampasan aset sebagai bagian dari perang melawan korupsi. Keenam, pemerintah diminta turun tangan menyelamatkan industri tekstil dan nikel yang dinilai rawan PHK.
Ketujuh, KSPI bahkan mengusulkan moratorium industri semen karena dianggap sudah kelebihan pasokan. Kedelapan, buruh mendesak Indonesia meratifikasi Konvensi ILO Nomor 190, khususnya untuk melindungi pekerja dari kekerasan di tempat kerja—terutama perempuan.
Kesembilan, ada juga tuntutan buat driver ojol: potongan tarif diminta diturunkan jadi 10 persen. Kesepuluh, buruh ingin revisi aturan penyelesaian sengketa hubungan industrial supaya lebih adil.
Dan terakhir, poin kesebelas: buruh mendorong agar guru dan tenaga honorer, termasuk PPPK paruh waktu, diangkat jadi ASN penuh waktu. “Nggak ada lagi yang setengah-setengah, harus full,” tegas Said.
Menariknya, dalam perayaan May Day nanti, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung di Monas. Jadi, bisa jadi momen ini bakal jadi panggung penting buat menyuarakan aspirasi buruh secara langsung ke pucuk pimpinan negara. (Red)