SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Suasana forum tahunan International Monetary Fund dan World Bank alias Spring Meeting pekan lalu bukan cuma ajang kumpul elit ekonomi dunia.
Buat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, ini juga jadi “ujian dadakan” dari para investor global.
Gimana enggak? Di sela-sela forum, Purbaya langsung dihujani pertanyaan tajam: Indonesia masih sanggup jaga defisit APBN di bawah 3% atau bakal jebol?
Jawabannya? Nggak pakai ragu. “Lu mau tembus 3% apa enggak? Saya bilang: enggak.”
Dengan gaya santai tapi tegas, Purbaya memastikan pemerintah tetap pegang kendali. Batas defisit 3% dari PDB yang diatur undang-undang disebutnya masih aman terkendali.
Bukan cuma ngomong doang, dia juga “spill” strategi ke para investor. Hasilnya? Mereka mulai percaya.
“Saya jelasin caranya. Sepertinya mereka percaya. Saya bilang aman, karena kita jaga.”
Investor Cuma Mau Satu Hal: Menteri yang ‘Becus’
Menariknya, dalam pertemuan bareng para pengusaha global yang tergabung di ASEAN-US Chamber of Commerce, ternyata investor nggak ribet.
Mereka nggak terlalu peduli detail teknis panjang lebar. Fokusnya cuma satu: apakah menteri keuangan Indonesia cukup kompeten atau tidak.
“Mereka enggak mau lihat apa-apa, cuma satu: menterinya becus apa enggak.”
Dan di momen itu, Purbaya merasa tim Kemenkeu berhasil “unjuk gigi”. Kepercayaan investor pun mulai terbentuk bahwa kebijakan fiskal Indonesia masih on track.
Lanjutkan Tongkat Estafet dari Sri Mulyani
Sejak resmi menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada September 2025, Purbaya memang berada di bawah sorotan. Apalagi, ekspektasi terhadap pengelolaan fiskal Indonesia cukup tinggi.
Namun lewat momentum global ini, ia mencoba mengirim sinyal kuat: Indonesia masih solid, bahkan di tengah target pertumbuhan ekonomi yang makin ngebut. (Red)