Kremlin: Sanksi Barat Tak Mampu Hapus Peran Rusia sebagai Pemasok Utama Energi Dunia

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, MOSKOW — Di tengah kembali diperpanjangnya masa tenggang sanksi Amerika Serikat terhadap ekspor minyak Rusia, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyampaikan pernyataan tegas: cadangan energi Rusia yang sangat besar membuat negara ini mustahil untuk diabaikan dalam peta perdagangan global.

Peskov menekankan bahwa meskipun tekanan sanksi terus berlangsung, realitas di lapangan menunjukkan bahwa minyak dan sumber daya energi Rusia tetap menjadi faktor penentu bagi stabilitas pasar energi internasional.

Menurutnya, baik pelaku bisnis swasta maupun pemerintah dari berbagai negara secara sadar atau tidak tetap harus memperhitungkan pasokan dari Rusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Volume minyak yang kami miliki sangat sulit untuk tidak dipertimbangkan atau diabaikan,” tegas Peskov, menggambarkan keyakinan Moskow bahwa posisi Rusia sebagai salah satu raksasa energi dunia tidak akan tergoyahkan oleh upaya pembatasan dari pihak mana pun.

Baca Juga :  Junta Militer Myanmar Ngamuk, Serang Klinik Darurat, 11 Nyawa Melayang

Ini adalah sinyal jelas bahwa Kremlin meyakini kekuatan sumber daya alamnya telah menjadi fondasi yang terlalu kokoh untuk diruntuhkan oleh sanksi.

Pernyataan ini muncul seiring dengan langkah Departemen Keuangan AS yang kembali memperpanjang izin khusus terkait penjualan minyak Rusia.

Washington memberikan kelonggaran bagi pengiriman minyak mentah Rusia yang sudah berada di atas kapal sebelum 17 April, dengan batas waktu transaksi hingga 16 Mei.

Meskipun sektor energi Rusia secara keseluruhan masih dibelenggu sanksi, keputusan untuk memperpanjang masa tenggang ini secara tidak langsung mengakui bahwa memutus pasokan Rusia secara instan dapat mengguncang pasar global.

Rusia, yang selama ini dikenal sebagai salah satu eksportir minyak dan gas terbesar di dunia, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keseimbangan harga dan pasokan.

Baca Juga :  Oh, Ternyata Destinasi Favorit Warga +62 itu Malaysia?

Moskow secara konsisten memperingatkan bahwa kebijakan sanksi yang ditujukan pada sektor energinya adalah pedang bermata dua.

Negara-negara yang memberlakukan sanksi, demikian argumen Kremlin, pada akhirnya juga akan merasakan getaran dampaknya ketika harga melonjak atau pasokan terganggu.

Komentar Peskov ini dengan jelas menggarisbawahi doktrin energi Rusia: bahwa minyak dan gas bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga instrumen geopolitik yang vital.

Di tengah dinamika tekanan politik Barat, Kremlin terus berupaya membangun narasi bahwa Rusia tidak sedang bertahan, melainkan tetap memegang kendali strategis dalam arsitektur energi dunia.

Bagi Peskov dan pemerintahannya, ketergantungan global pada cadangan energi Rusia adalah sebuah fakta yang tidak bisa diubah oleh dokumen sanksi apa pun. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB