SUARAMUDA.NET, MOSKOW — Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia tetap menjadi salah satu pemimpin olahraga global, dan posisi ini tidak tergoyahkan meskipun ada berbagai upaya tidak bermoral untuk meminggirkan negara dan atletnya dari kompetisi internasional.
Pernyataan itu disampaikan Putin saat upacara penganugerahan tanda jasa negara kepada para juara dunia tinju di Kremlin.
Menurut Putin, prestasi para atlet Rusia adalah bukti nyata bahwa negara tersebut masih memegang peranan penting dalam dunia olahraga.
“Penampilan dan hasil Anda merupakan kontribusi besar dalam memperkuat posisi kepemimpinan Rusia dalam olahraga global, sebuah posisi yang kuat dan tidak tergoyahkan, terlepas dari upaya-upaya tak bermoral untuk melemahkannya,” ujar Putin di hadapan para petinju dan undangan.
Presiden Rusia itu menilai bahwa keberhasilan atlet-atlet nasional di berbagai ajang menjadi jawaban langsung atas tekanan dan pembatasan yang dialami olahraga Rusia dalam beberapa tahun terakhir.
Performa mereka, kata Putin, membuktikan bahwa upaya memblokir atau membatasi partisipasi Rusia tidak menghapus kualitas dan daya saing.
Dalam pidatonya, Putin menyoroti hasil Kejuaraan Dunia tinju, termasuk turnamen 2025, di mana tim putra dan putri Rusia sama-sama meraih posisi pertama dalam klasemen umum beregu.
Ia menyebut dominasi tersebut sebagai indikator penting status Rusia sebagai kekuatan besar tinju dunia. Selain atlet amatir, Putin juga mengapresiasi para petinju profesional Rusia yang dinilainya tampil menonjol di berbagai arena.
Kepala negara itu menambahkan bahwa kemenangan di cabang tinju diharapkan menjadi motivasi bagi cabang olahraga lain untuk terus meningkatkan prestasi.
Pemerintah Rusia, tegasnya, akan terus mendukung pengembangan olahraga melalui program pembinaan, infrastruktur pelatihan, serta sistem kompetisi nasional yang kuat.
Pidato tersebut menegaskan kembali posisi resmi Rusia yang menilai berbagai pembatasan terhadap atletnya sebagai langkah bermuatan politis.
Dengan menonjolkan keberhasilan tinju nasional di tingkat dunia, Moskow menunjukkan bahwa meskipun dihadang sanksi, Rusia tetap menjadi pusat kekuatan olahraga global.
Penghargaan negara kepada para juara dunia tinju tidak hanya bentuk apresiasi atas prestasi individu, tetapi juga sinyal politik bahwa Rusia bermaksud mempertahankan dan memperkuat kehadirannya di arena internasional.
Putin menutup sambutannya dengan keyakinan bahwa atlet Rusia akan terus meraih kemenangan dan mengibarkan bendera nasional di berbagai ajang besar dunia pada tahun-tahun mendatang. (Red)