India vs Pakistan Saling Klaim Patuh pada Gencatan Senjata, Tapi ….

- Penulis

Minggu, 11 Mei 2025 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera India dan Pakistan (sumber: pinterest)

Bendera India dan Pakistan (sumber: pinterest)

SUARAMUDA, SEMARANG — India dan Pakistan sepakat untuk gencatan senjata. Akan tetapi, kedua negara masih saling tuduh melakukan pelanggaran kesepakatan.

Dimediasi AS, India dan Pakistan dapat mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata pada Sabtu (10/5/2025). Meski demikian, sepertinya situasi belum banyak berubah.

Menteri Luar Negeri India berkata pihaknya membalas setelah Pakistan melakukan “pelanggaran berulang” terhadap gencatan senjata.

Sementara Pakistan berkata pihaknya “tetap berkomitmen” terhadap kesepakatan.

Mereka mengklaim menangani pelanggaran oleh India dengan “tanggung jawab dan pengendalian diri”.

Dari Kashmir, AFP melaporkan ada ledakan keras. Seorang pejabat senior di Kashmir yang dikelola Pakistan mengatakan “baku tembak berkala sedang berlangsung” di perbatasan de facto di wilayah yang disengketakan, Line of Control (LoC).

Akan tetapi, klaim tidak dapat diverifikasi secara independen.

Baca Juga :  Rayakan 1 Abad NU, PCINU Tunisia Gelar Istighosah Kubro hingga Ngaji Qonun Asasi

Selama sepekan terakhir, kedua negara terlibat perang di perbatasan. Kemudian pengumuman gencatan senjata muncul usai Pakistan melancarkan serangan balasan menyusul serangan terhadap tiga pangkalan udaranya.

Gencatan senjata tersebut terjadi setelah selama berhari-hari, serangan jet tempur, rudal, pesawat tanpa awak, dan artileri bertebaran dan menewaskan setidaknya 60 orang serta menyebabkan ribuan orang meninggalkan rumah mereka di perbatasan Kashmir. (Red)

Sumber: CNN Indonesia

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Senin, 22 Juni 2026 - 17:13 WIB

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB